
Masyarakat setempat menuntut tindakan tegas dan solusi yang nyata untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang kian memburuk, yang semakin diperparah oleh faktor cuaca.
Pemetaan Masalah Banjir
Upaya Gubernur Banten untuk menangani banjir akan dimulai dengan pemetaan dampak cuaca ekstrem. Di tengah meningkatnya intensitas curah hujan, pemprov berusaha mengidentifikasi titik-titik rawan banjir. Penanganan yang komprehensif ini mencakup langkah-langkah preventif dan reaktif untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Andra juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai instansi untuk menciptakan solusi yang efektif.Normalisasi Sungai untuk Mencegah Banjir
Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah normalisasi sungai yang terhambat, baik oleh pendangkalan maupun pembangunan ilegal di sekitarnya. Pemprov berencana untuk memperbaiki aliran sungai di beberapa lokasi strategis, seperti di Padarincang, untuk memulihkan fungsi alaminya. Proses ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir yang sering terjadi di daerah-daerah yang berdekatan dengan aliran sungai.Tindakan Terhadap Aktivitas Ilegal
Dalam upaya menanggulangi banjir, pemerintah juga akan menindak tegas aktivitas penambangan ilegal yang merusak ekosistem. Penambangan yang tak teratur, terutama yang berlangsung di pinggiran sungai, dinilai berkontribusi besar terhadap kerusakan lingkungan. Komitmen ini datang sebagai respons terhadap seruan masyarakat yang khawatir akan dampak jangka panjang dari kegiatan tersebut terhadap lingkungan dan kehidupan sehari-hari mereka.Kesatuan Upaya Penanganan
Andra Soni menekankan bahwa penanganan banjir harus melibatkan semua pihak, termasuk kementerian dan pemerintah daerah. Upaya komprehensif yang meliputi hulu hingga hilir diharapkan bisa membuahkan hasil yang nyata. Perhatian publik terhadap situasi ini juga semakin meningkat, seperti yang terlihat dari reaksi mahasiswa lokal, Idan Wildan, yang mengungkapkan bahwa banjir bukan hanya masalah cuaca, melainkan juga terkait dengan dampak eksploitasi lingkungan yang tidak terkendali.Sumber: krakataumedia.com (06/01/2026)