Fajar Sampaikan Permohonan Maaf atas Musibah Banjir di Sejumlah Wilayah Cilegon

Sejumlah wilayah di Cilegon mengalami banjir yang signifikan, menciptakan dampak yang luas bagi masyarakat. Peristiwa ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga memunculkan berbagai pertanyaan mengenai kesiapan dan respons pemerintah daerah dalam mengatasi bencana.


Permohonan Maaf Wakil Wali Kota Cilegon

Banjir yang melanda Cilegon baru-baru ini menjadi perhatian publik, mengingat intensitas hujan yang tinggi dan kurangnya infrastruktur yang memadai untuk penanganan air. Dalam situasi ini, masyarakat sangat berharap pada tindakan cepat dari pihak berwenang untuk meringankan dampak bencana tersebut.

Melansir dari babebanten.com (14/01/2026), Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas situasi yang terjadi. "Kami mewakili Pemerintah Kota Cilegon meminta maaf kepada masyarakat yang terdampak banjir, ini menjadi evaluasi kita ke depan agar banjir seperti ini bisa kita cegah dan tidak terulang lagi," ujarnya.

Pernyataan Wakil Wali Kota Cilegon ini disampaikan Fajar di Aula Setda II Kota Cilegon, dalam agenda Rapat Koordinasi Penanggulangan Banjir.


Instruksi untuk Pendataan Korban Banjir

Lebih lanjut Fajar mengungkapkan beberapa langkah dan upaya Pemerintah Kota Cilegon dalam melakukan evakuasi dan mitigasi. Diantaranya dengan melakukan koordinasi lintas sektor, guna memastikan pendataan dan penanganan kepada warga terdampak tidak ada yang terlewatkan.

Pernyataan tersebut sebagai menekankan akan pentingnya kesigapan dari pihak pemerintah, sekaligus melakukan evakuasi secara cepat, mengutamakan keselamatan warga yang rumahnya tergenang air.


Menanti Tindakan Selanjutnya

Peristiwa banjir di Cilegon ini merupakan pengingat akan pentingnya perencanaan kota yang baik dan infrastruktur yang tahan terhadap bencana alam. Dengan data yang menunjukkan semakin meningkatnya intensitas cuaca ekstrem, pemerintah daerah perlu memperkuat sistem drainase dan kebijakan pengelolaan risiko bencana.

Kondisi ini juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam mengawasi dan memberikan masukan kepada pemerintah terkait kebijakan yang diambil, terutama dalam konteks penanganan bencana yang mungkin akan terjadi di masa mendatang.


Sumber: babebanten.com (14/01/2026)
Produk Sponsor