Banjir Menggenangi Cilegon, Rahmatulloh Desak Pemkot Tinjau Galian C dan Segera Buat Penampungan Air

Hujan deras yang mengguyur Kota Cilegon telah menyebabkan terjadinya banjir di berbagai lokasi, termasuk di lingkungan Kranggot. Bencana ini berdampak langsung pada kehidupan 241 kepala keluarga yang berjumlah sekitar 723 jiwa.

Sebuah peringatan bagi pemerintah daerah atas perlunya penanganan yang lebih baik terhadap infrastruktur dan sistem drainage yang ada, agar kejadian serupa dapat diminimalisasi di masa mendatang.
 

Skala Dampak Banjir

Banjir yang dimulai sejak dini hari tersebut tidak hanya melanda Kranggot, tetapi juga merambah ke kecamatan lainnya seperti Cimanuk dan Ciwandan, di mana intensitas air yang menggenang cukup parah.

Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, menambah kesulitan bagi warga yang sudah berjuang melawan berbagai tantangan. Dalam hal ini, pemahaman dan tindakan cepat dari pihak pemerintah sangat diperlukan untuk mengatasi situasi yang kian mendesak.
 

Tanggapan Anggota Dewan

Anggota DPRD Cilegon dari Fraksi Demokrat, Rahmatulloh, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini dan segera turun ke lapangan untuk memberikan bantuan kepada para korban.

Bantuan berupa sembako dan dukungan finansial berasal dari sumbangan pribadi dan kontribusi BUMD setempat.

Tindakan ini menunjukkan kepedulian dari perwakilan rakyat terhadap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dalam situasi darurat.
 

Pentingnya Tindakan Preventif

Rahmatulloh juga mengingatkan perlunya evaluasi terhadap kebijakan pengelolaan lingkungan, terutama mengenai galian C dan potensi dampaknya terhadap lingkungan.

Ia menekankan pentingnya pemerintah kota mengevaluasi kebijakan penebangan pohon dan galian C yang berdekatan dengan wilayah Cilegon dan Kabupaten Serang.

Upaya ini tidak hanya untuk mencari penyebab banjir, tetapi juga untuk mencegah bencana serupa di masa yang akan datang melalui tindakan legislatif yang nyata.
 

Solusi untuk Krisis Air

Tak hanya fokus pada penanganan dampak banjir, Rahmatulloh juga mengusulkan pendirian penampungan air untuk memanfaatkan limpahan air hujan sebagai sumber cadangan air bersih.

Ia menginginkan agar pemerintah daerah dapat menggunakan air tersebut untuk PDAM, sehingga tidak hanya menjadi masalah saat terjadi banjir.

Hal ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dan membantu mengurangi dampak dari banjir yang kerap menghantui wilayah tersebut.

Sumber: www.bantennews.co.id (03/01/2026)
Produk Sponsor