Banjir Melanda Permukiman Sambirata Cilegon, BPBD Bantu Evakuasi Warga dan Lakukan Pendataan


Di tengah lebatnya hujan yang mengguyur, dampak dari fenomena cuaca ini kembali mengingatkan kita akan kerentanan kota-kota yang tidak siap menghadapi bencana alam. Kali ini, permukiman di Kota Cilegon, khususnya di Lingkungan Sambirata, menjadi saksi bisu dari fenomena banjir yang merendam rumah-rumah warga pada Minggu, 11 Januari 2026.


Hujan Deras dan Banjir yang Melanda

Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Cilegon, kejadian banjir terjadi sekitar pukul 14.00 WIB akibat hujan dengan intensitas tinggi. Hujan yang terus-menerus mengguyur, ditambah dengan drainase yang sempit, menyebabkan air meluap dan menggenangi area permukiman.

Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi, menyatakan bahwa pihaknya segera mengambil tindakan begitu menerima informasi dari masyarakat. “Begitu laporan kami terima, tim BPBD bersama unsur terkait langsung melakukan asesmen ke lokasi, pendataan, serta evakuasi terhadap warga terdampak untuk memastikan keselamatan mereka,” ujar Suhendi saat dikonfirmasi.


Dampak dan Penanganan Banjir

Ada ratusan warga yang terdampak di enam RT, dengan rincian yang memprihatinkan. Di RT 05, sekitar 40 kepala keluarga atau 80 jiwa terpaksa mengungsi. Angka tersebut terulang di beberapa RT lainnya, menunjukkan betapa luasnya dampak banjir ini. Namun, Suhendi memberikan kabar baik, “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini fokus kami adalah memastikan kondisi warga aman serta melakukan pendataan kerugian akibat banjir.”

Kerugian material dari bencana ini masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan yang melibatkan berbagai unsur, termasuk Pemerintah Kota Cilegon, BPBD, serta organisasi dan relawan lainnya.


Peringatan untuk Warga

Meski kondisi banjir mulai surut pada malam hari, pihak BPBD Kota Cilegon mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Potensi hujan dengan intensitas tinggi masih bisa terjadi dalam waktu dekat. Warga diingatkan untuk segera melapor kepada pihak berwenang jika menghadapi situasi darurat di lingkungan mereka.

“Kami akan terus memantau perkembangan situasi,” tambah Suhendi, menandakan komitmen untuk menjaga keselamatan warga dalam menghadapi potensi bencana selanjutnya.


Refleksi dan Pertanyaan Kritis

Di balik peristiwa ini, publik perlu mempertimbangkan sejauh mana kesiapsiagaan kota dalam menghadapi banjir yang semakin sering terjadi. Apakah penanganan saat ini sudah memadai? Atau justru kita perlu melihat lebih jauh lagi ke dalam sistem infrastruktur yang ada?

Dengan kondisi iklim yang semakin tidak menentu, keraguan terhadap tindakan preventif yang telah dilakukan mulai muncul. Apakah anggaran yang digelontorkan untuk infrastruktur cukup efektif dalam mencegah kerugian yang lebih besar di masa depan? Semoga saja.


Sumber: bantennews.co.id (11/01/2026)
Produk Sponsor