Sekda Cilegon minta OPD percepat realisasi Pendapatan Asli Daerah sebelum akhir tahun

📌 Ringkasan Berita:
  • Kota Cilegon memiliki waktu dua setengah bulan untuk mencapai target APBD Perubahan 2026, dengan realisasi PAD saat ini hanya 61,85 persen.
  • Sekda Cilegon, Aziz Setia Ade Putra, menginstruksikan semua OPD untuk meningkatkan upaya pengumpulan pajak melalui pendekatan langsung kepada wajib pajak.
  • Aziz menekankan pentingnya pengawasan ketat untuk mencegah kebocoran laporan pajak, agar semua program pembangunan dapat berjalan sesuai rencana tanpa defisit.

Waktu untuk mencapai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Cilegon tahun 2026 semakin menipis, dengan hanya tersisa dua setengah bulan.

Menurut laporan dari bantenesia.co, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cilegon saat ini baru mencapai 61,85 persen atau sekitar Rp637 miliar dari target keseluruhan Rp1,03 triliun.

Untuk memastikan target ini dapat tercapai tepat waktu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra, mengeluarkan instruksi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil untuk meningkatkan upaya dalam merealisasikan PAD.

Dinamika Peristiwa di Lapangan

Instruksi ini ditujukan secara khusus kepada Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD).

Aziz meminta agar petugas pajak daerah melakukan pendekatan langsung ke lapangan, dengan metode door to door, untuk meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi kepada wajib pajak, baik yang lama maupun yang baru.

Sektor yang menjadi fokus termasuk pajak restoran, hotel, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Beliau juga menekankan pentingnya pengawasan yang ketat di lapangan untuk mencegah manipulasi atau kebocoran laporan pajak.

“Jangan sampai transaksi yang riil di lapangan, dilaporkan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Apa yang menjadi transaksi, itulah kewajiban wajib pajak yang harus dibayar,” tegas Aziz pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Langkah Penanganan dan Antisipasi

Aziz menjelaskan bahwa langkah agresif ini diambil menyusul laporan realisasi anggaran per akhir September 2026 yang menunjukkan kebutuhan akan dorongan signifikan.

Berdasarkan data, PAD Kota Cilegon baru mencapai Rp637 miliar dari target Rp1,03 triliun, sementara total pendapatan daerah baru mencapai 69 persen dari target Rp1,935 triliun.

“Di 2026 ini pun kita berharap tidak terjadi defisit dan semua program bisa direalisasikan. Kuncinya ada pada pendapatan kita yang harus dioptimalkan agar sesuai dengan rencana,” pungkasnya.

Dengan upaya pengoptimalan pajak dan retribusi, diharapkan seluruh program pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.




Sumber: bantenesia.co (09/10/2026)
Featured Image
Berita

Judul Artikel