Proses Verifikasi Tersendat, 21 Kelurahan di Cilegon Belum Mulai Bangun KKMP

📌 Ringkasan Berita:
  • Pembangunan gedung Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Cilegon terhambat karena banyak gedung yang belum lolos proses verifikasi dan validasi (verval).
  • Suhendi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon, menyatakan bahwa verval penting sebelum gedung bisa diserahkan untuk operasional koperasi.
  • 16 gedung KKMP sudah diverifikasi, 22 gedung hampir siap, sementara 21 kelurahan masih mencari lahan untuk pembangunan gedung.

Pembangunan gedung Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Cilegon masih terhambat, guys, karena banyak gedung yang belum lolos verifikasi dan validasi (verval).

Proses Verval yang Masih Berjalan

Menyimak pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 27/09/2026, Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Kota Cilegon, Suhendi, bilang bahwa proses verval ini penting sebelum gedung bisa diserahterimakan ke pengurus koperasi.

Kalau gedung belum verifikasi, ya belum bisa dipakai untuk operasional, bro.

“Operasional? Salah satu persyaratan untuk serah terima kan harus di-verval dulu, belum bisa,” kata Suhendi, Kamis (24/9/2026).

Setelah verval, hasilnya masih harus divalidasi supaya semuanya sesuai standar, baru deh bisa diserahkan ke pengurus KKMP.

“Nanti akan divalidasi juga. Apabila sudah sesuai, hasil verval sesuai dengan catatan, akan serah terima dengan pengurus untuk bisa dioperasikan,” ujarnya.

Pemeriksaan Bertahap

Proses verval ini dilakukan Pemkot Cilegon untuk semua gedung dan perlengkapan KKMP sesuai pedoman dari Kementerian Koperasi.

“Sesuai pedoman dari Kemenkop, daerah membentuk tim verval yang diketahui oleh Pak Sekda,” katanya.

Tim verval udah mulai memeriksa gedung-gedung di beberapa kelurahan, dan hasilnya masih diolah untuk dimasukin ke Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes).

“Beberapa hari sudah kami lakukan verval secara bertahap, dan sekarang sedang mengolah karena harus diinput di Simkopdes,” jelasnya.

Pemeriksaan ini bukan cuma bangunan, mereka juga ngecek fasilitas pendukung yang perlu ada buat operasional KKMP.

“Yang dicek dari kondisi bangunan, kemudian kelengkapan bangunan seperti AC, rak, kendaraan dan sebagainya,” tutur Suhendi.

Kesiapan Gedung dan Lahan

Dari hasil pemeriksaan sementara, 16 gedung KKMP udah diverifikasi dan siap 100 persen, tapi masih ada yang belum lengkap.

“Alhamdulillah kalau gedung sesuai. Hanya kelengkapan memang dari Kodim katanya bertahap, hanya beberapa komponen yang belum,” ungkapnya.

Salah satu hal yang jadi perhatian adalah software untuk sistem kasir dan operasional lainnya.

“Seperti software di cashier dan sebagainya,” ujarnya.

Suhendi juga menyebut bahwa ada 22 gedung lain yang hampir siap untuk diverifikasi, sementara enam gedung lainnya masih nunggu kelengkapan.

“Yang di-verval baru 16 gedung karena yang sudah 100 persen. Sebenarnya 22, enam lagi nunggu 100 persen,” katanya.

Proses Masih Panjang

Tapi, ada masalah lain nih, 21 kelurahan masih belum bisa bangun gedung karena belum punya lahan.

Menurut Suhendi, lahan yang dipakai harus milik Pemkot Cilegon atau BUMN dengan izin yang jelas.

“Sisa 21 kelurahan mencari lahan, karena lahannya enggak ada. Lahannya harus aset Pemkot atau BUMN jika diizinkan,” pungkasnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa program KKMP di Cilegon masih harus melewati banyak tahap sebelum bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: rubrikbanten.com (27/09/2026)
Featured Image
Berita

Judul Artikel