
- Pemkot Cilegon mengadakan rapat koordinasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana erupsi Gunung Anak Krakatau, terutama di kawasan industri.
- Koordinasi lintas sektor melibatkan OPD dan pelaku industri, dengan fokus pada pencegahan bencana industri yang dapat dipicu oleh bencana alam.
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyusun skenario penanganan darurat, sementara sektor industri juga menyiapkan tim tanggap dan alat pelindung untuk pekerja.
Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon baru saja menggelar rapat koordinasi bareng jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perwakilan dari sektor industri.
Siap Hadapi Potensi Bencana
Pertemuan ini diadakan untuk menyelaraskan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana erupsi Gunung Anak Krakatau dan mencegah risiko bahaya sekunder di kawasan industri.
Koordinasi Lintas Sektor
Melansir pemberitaan dari bantenesia.co pada 07/09/2026, Sekretaris Daerah Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor ini penting banget, apalagi dengan banyaknya industri kimia di Cilegon.
Pemkot Cilegon fokus untuk mencegah terjadinya bencana industri yang bisa dipicu oleh bencana alam.
Selain itu, mereka juga mengajak pihak swasta untuk ikut menyebarkan informasi mengenai jalur dan titik evakuasi kepada masyarakat.
Penanganan Darurat yang Terencana
Untuk mengoptimalkan penanganan darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon udah nyusun skenario kondisi terburuk dengan membagi komando operasional ke dalam tiga level.
Dari sisi kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Cilegon sudah memetakan rujukan fasilitas kesehatan, bikin skema rumah sakit lapangan, hingga pemantauan potensi penyakit pascabencana.
Di sisi lain, Dinas Sosial juga siap-siap memenuhinya logistik dapur umum dan menyediakan tim psikolog untuk penanganan dampak trauma pada warga.
Dukungan dari Sektor Industri
Dukungan kesiapsiagaan juga datang dari pelaku industri di Cilegon.
Perwakilan PT Pancapuri memastikan ada titik evakuasi internal dan pasokan alat pelindung diri untuk pekerja.
Di sisi lain, PT Asahimas Chemical menyiapkan Tim Tanggap Darurat tiga level, sensor deteksi otomatis, dan rutin menggelar simulasi penanganan gempa, tsunami, sampai kebocoran kimia.
Pemkot Cilegon juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak terverifikasi.
Konsolidasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri akan terus dilakukan secara berkala untuk monitor kelayakan sarana evakuasi dan keandalan infrastruktur darurat di area yang terdampak.
Jadi, bagaimana menurut kamu tentang langkah Pemkot Cilegon ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: bantenesia.co (07/09/2026)