
- Beberapa jurusan kuliah seperti Teknik Komputer dan Seni Komersial memiliki tingkat pengangguran yang cukup tinggi, masing-masing 7,5% dan 7,2%.
- Di sisi lain, jurusan Jasa Konstruksi dan Ilmu Hewan memiliki tingkat pengangguran terendah, hanya 0,7% dan 1,0%.
- Perkembangan teknologi AI mempengaruhi pasar kerja, dengan banyak lulusan harus beradaptasi dan meningkatkan keterampilan untuk tetap relevan.
Memilih jurusan kuliah itu bukan perkara sepele, guys, terutama buat kalian yang berharap kariernya langsung melesat dan gaji selangit.
Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi
Melansir pemberitaan dari CNBC Indonesia pada 27/09/2026, ada laporan dari Forbes yang menjelaskan bahwa tantangan di pasar kerja sekarang ini bikin banyak lulusan terjebak dalam pengangguran.
Korperasi suka melakukan ekspansi saat bisnis lagi naik, tapi pas keadaan balik buruk, mereka langsung memangkas karyawan demi menjaga keuntungan.
Laporan dari The Federal Reserve (The Fed) AS menunjukkan kalau ada jurusan-jurusan tertentu yang lulusannya rentan banget terhadap pengangguran.
Contohnya, jurusan Teknik Komputer punya tingkat pengangguran 7,5%, diikuti Seni Komersial & Desain Grafis dengan 7,2%, dan Sistem Informasi & Manajemen di angka 5,6%.
Kebijakan Publik dan Hukum juga enggak jauh-jauh amat, di angka 5,5%.
Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Terendah
Sementara itu, ada juga jurusan yang lulusannya paling cepat dapat kerja.
Jasa Konstruksi menduduki peringkat teratas dengan tingkat pengangguran cuma 0,7%, diikuti Ilmu Hewan dan Tanaman serta Pendidikan Luar Biasa yang masing-masing 1,0%.
Pendidikan Anak Usia Dini juga enggak kalah, dengan angka 1,3%, dan Teknik Kedirgantaraan di angka 1,4%.
Data ini jelas menunjukkan bahwa tidak semua jurusan yang terlihat keren itu menjamin kesuksesan di dunia kerja.
Tantangan di Era Kecerdasan Buatan
Juga, ada kabar yang bikin situasi makin berat karena teknologi kecerdasan buatan (AI) yang makin berkembang pesat.
CEO Microsoft, Satya Nadella, pernah bilang kalau 20% hingga 30% kode pemrograman di perusahaannya sekarang dikerjakan langsung oleh AI.
Belum lagi, CTO Microsoft, Kevin Scott, memprediksi angka itu bisa melonjak sampai 95% pada tahun 2030, sehingga lulusan baru harus tetap beradaptasi dan meningkatkan keterampilan (upskilling) mereka.
Data Kesesuaian Jurusan Kuliah dan Dunia Kerja
Data dari CareerBuilder juga mencengangkan, di mana sebanyak 47% pekerja berpendidikan tinggi memulai karier di bidang yang berbeda dari jurusan kuliah mereka, dan 32% diantaranya enggak pernah bekerja sesuai jurusan seumur hidup.
Kesimpulannya, jurusan kuliah itu harus dipilih dengan hati-hati, ya, karena banyak faktor yang bisa mempengaruhi peluang kerja setelah lulus. Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: cnbcindonesia.com (27/09/2026)