
- Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dimulai pada Agustus 2026, menyasar 16.771 siswa SD dan SMP di Cilegon.
- BIAS menyediakan vaksin Measles Rubella untuk kelas 1 SD dan HPV untuk kelas 5-6 SD serta kelas 9 SMP, dengan harapan meningkatkan kekebalan tubuh siswa.
- Pencapaian imunisasi BIAS di tahun 2025 turun menjadi 86,82 persen, dan Pemkot Cilegon berupaya mengoptimalkan pelayanan agar target tahun 2026 tercapai.
Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS sedang berjalan untuk mencegah penyakit di kalangan anak, dan sudah dimulai sejak awal Agustus 2026.
Target Capaian Imunisasi
Melansir pemberitaan dari bantenraya.com pada 07/08/2026, program ini menyasar siswa Sekolah Dasar (SD) dan diharapkan selesai pada November 2026.
Berdasarkan data dari Dinkes Kota Cilegon, capaian target BIAS tahun 2024 lalu mencapai 99,44 persen, tetapi turun menjadi 86,82 persen di tahun 2025.
Untuk tahun 2026, Pemkot Cilegon berencana mengoptimalkan pelayanan agar target yang diinginkan tercapai.
Jumlah siswa yang menjadi sasaran dalam program BIAS 2026 adalah sebanyak 16.771 siswa dari SD dan SMP secara bertahap.
Jenis Vaksin yang Tersedia
BIAS menyediakan dua jenis vaksin, yaitu Measles Rubella untuk kelas 1 SD dan HPV untuk vaksin kanker leher rahim bagi siswa perempuan kelas 5-6 SD dan kelas 9 SMP.
Program BIAS telah berjalan lancar di SDN Tegal Cabe, Kecamatan Citangkil, pada Jumat 7 Agustus 2026.
Kepala SDN Tegal Cabe, Wahdah, menyatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik program imunisasi ini untuk para siswa.
“Alhamdulillah dari petugas Puskesmas Citangkil datang ke sekolah kami untuk imunisasi Rubella kelas 1 dan HPV kelas 5,” katanya, Jumat 7 Agustus 2026.
Terdapat 77 siswa dari SDN Tegal Cabe yang mengikuti program ini, terdiri dari 35 siswa kelas 1 dan 42 siswa kelas 5.
Harapan untuk Kesehatan Siswa
Wahdah berharap bahwa pelaksanaan program ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh siswa.
“Tentu harapannya semoga anak-anak kita terhindar dari penyakit yang berbahaya setelah divaksin Rubella dan MR ini,” harapnya.
Seorang orang tua murid di SDN Tegal Cabe, Leni, menyampaikan bahwa dia sempat khawatir anaknya akan demam setelah disuntik.
“Anaknya tadi sempat khawatir sampai nangis, tapi sudah ditenangin. Saya juga sempat khawatir takutnya demam setelah disuntik ini,” tuturnya.
Demi menjaga agar anaknya dapat mengikuti program BIAS, Leni menunggu di depan pintu kelas.
“Ini sambil ditungguin lihat anak disuntik. Semoga setelah ini tetap sehat, anak-anak yang lain juga kekebalan tubuhnya dapat terjaga,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, program BIAS di Cilegon bertujuan untuk meningkatkan kesehatan anak dengan memberikan vaksin yang diperlukan.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: bantenraya.com (07/08/2026)