Pemkot dan Polres Cilegon Tingkatkan Mitigasi Karhutla dan Kekeringan Akibat El Niño

📌 Ringkasan Berita:
  • Pemkot dan Polres Cilegon mengadakan apel kesiapsiagaan untuk mitigasi kebakaran hutan dan kekeringan akibat El Niño.
  • Pemerintah daerah fokus pada penyaluran air bersih ke wilayah rawan kekeringan, dengan distribusi rutin tangki air ke daerah terdampak.
  • Kapolres Cilegon mengingatkan potensi kerawanan sosial akibat kekeringan dan akan meningkatkan patroli preventif untuk menjaga keamanan masyarakat.

Pemkot Cilegon dan Polres Cilegon sedang memperkuat upaya mitigasi untuk menghadapi risiko kebakaran hutan dan kekeringan yang disebabkan oleh fenomena El Niño.

Apel Kesiapsiagaan Bencana

Melansir pemberitaan dari bantenesia.co pada 04/08/2026, kegiatan ini dilakukan melalui apel kesiapsiagaan yang diadakan di halaman Mapolres Cilegon pada tanggal 4 Agustus 2026.

Kegiatan ini merupakan respon terhadap Surat Telegram Kapolri Nomor: STR/1887/VII/OPS.2./2026 yang dikeluarkan pada 29 Juli 2026, berkaitan dengan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Wali Kota Cilegon, Robinsar, memimpin apel tersebut dan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada selama musim kemarau panjang.

Ia juga meminta pemerintah di tingkat bawah, seperti camat dan lurah, untuk aktif mengedukasi warga dalam menghindari tindakan yang bisa memicu kebakaran.

° Larangan Bakar Sampah & Jerami: Warga diminta tidak membakar sampah atau sisa jerami kering di area persawahan yang sangat rentan tersulut api.

° Pemantauan Titik Rawan: Pemkot Cilegon bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran telah memetakan sejumlah titik rawan untuk mempercepat respons darurat.

Penanganan Krisis Air Bersih

Selain mengatasi kebakaran, Pemkot Cilegon juga fokus pada wilayah perbukitan yang rawan kekeringan dan kehilangan akses air bersih.

° Wilayah Terdampak: Kecamatan Pulomerak, khususnya Suralaya, Gunung Batur, dan Tembulun, menjadi prioritas untuk penyaluran air bersih.

° Distribusi Rutin: Pemerintah daerah mengirimkan 3 hingga 4 tangki air per hari ke Suralaya dan 2 hingga 3 tangki ke daerah pegunungan.

° Solusi Infrastruktur: Daerah Cipalas sudah mulai mendapatkan pasokan air bersih lagi dan direncanakan jadi contoh untuk daerah pegunungan lainnya.

Bantuan darurat juga disiapkan melalui layanan Call Center Polres Cilegon di nomor 110.

Potensi Kerawanan Sosial dan Keamanan

Kapolres Cilegon, AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi, menyatakan bahwa dampak El Niño bisa menimbulkan ancaman bagi keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Kekeringan panjang berpotensi menimbulkan kelangkaan air bersih, memicu gesekan terkait pemanfaatan sumber air, serta berdampak pada kenaikan harga pangan akibat gagal panen. Tekanan ekonomi ini perlu diantisipasi," tegas Bobby.

Sebagai langkah antisipatif, Polres Cilegon akan meningkatkan deteksi dini dan memperkuat patroli preventif oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa di wilayah rawan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan masyarakat, diharapkan Cilegon dapat menekan risiko kerugian besar dari segi kesehatan, lingkungan, dan perekonomian.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: bantenesia.co (04/08/2026)