Pasien BPJS di Cilegon Mengeluh Ditolak Operasi di RSUD Kadipaten

📌 Ringkasan Berita:
  • Pasien BPJS mengeluhkan penolakan operasi di RSUD Cilegon setelah dirujuk dari dua rumah sakit swasta.
  • Suami pasien, Anton, mengungkapkan bahwa dokter di RSUD menyatakan benjolan di leher istrinya belum cukup besar untuk dioperasi, berbeda dengan informasi dari rumah sakit sebelumnya.
  • Kondisi kesehatan istri Anton semakin menurun, dan mereka berharap mendapatkan penanganan medis sesuai rujukan yang ada.

Seorang pasien BPJS mengeluhkan dugaan penolakan operasi di RSUD Cilegon setelah dirujuk dari dua rumah sakit swasta.

Dugaan Penolakan Operasi

Menyimak pemberitaan dari faktabanten.co.id pada 07/08/2026, suami pasien, Anton, yang tinggal di Lingkungan Kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, mengatakan bahwa istrinya mengidap penyakit yang diduga berkaitan dengan kelenjar getah bening dan telah diperiksa di dua rumah sakit.

Anton juga menyampaikan bahwa rumah sakit sebelumnya menyarankan agar istrinya dirujuk ke RSUD Cilegon karena fasilitas untuk operasi yang terbatas.

“Kami sudah berobat ke dua rumah sakit. Saat mengajukan operasi untuk penyakit kelenjar getah bening istri saya, kami dirujuk ke RSUD Cilegon karena menurut pihak Rumah Sakit Hermina dan Kimia Farma peralatan operasinya belum lengkap,” kata Anton.

Namun, saat tiba di RSUD Cilegon, Anton mengaku mendapatkan penjelasan berbeda dari dokter yang merawat istrinya.

“Ketika bertemu dokter di RSUD, kami diberi penjelasan bahwa benjolan di leher istri saya belum besar sehingga operasi belum dilakukan. Kami hanya diberi obat dan diminta menunggu. Padahal dokter di rumah sakit sebelumnya menyampaikan bahwa benjolan itu sudah cukup besar dan perlu segera ditangani,” ujarnya.

Kondisi kesehatan istri Anton terus menurun dalam beberapa bulan terakhir.

Selain sakit tenggorokan, istrinya juga mengalami penurunan nafsu makan yang bikin berat badannya turun.

“Nafsu makannya sudah berkurang dan berat badannya semakin turun. BPJS saya masih aktif karena iurannya dipotong setiap bulan dari gaji. Kami juga datang dengan surat rekomendasi yang sudah ditandatangani direktur, tetapi pelayanan yang kami terima justru terkesan seperti ditolak dengan alasan benjolannya belum besar,” katanya.

Dia berharap istrinya mendapatkan penanganan medis sesuai dengan hasil pemeriksaan dan rujukan sebelumnya.

Hingga berita ini ditulis, Direktur RSUD Cilegon, Ratu Ellin, belum memberikan tanggapan terkait masalah ini.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: faktabanten.co.id (07/08/2026)