Masduki Ingatkan Seleksi Sekda Cilegon: Hindari Pejabat yang Gagal Pimpin

📌 Ringkasan Berita:
  • Wakil Ketua DPRD Cilegon, Masduki, menekankan pentingnya penilaian rekam jejak dan kinerja kandidat Sekda dari OPD yang sudah ada.
  • Dia mendukung penerapan sistem manajemen talenta untuk mengisi jabatan strategis agar mengurangi praktik nepotisme dan kecemburuan di birokrasi.
  • Masduki berharap Sekda terpilih memiliki kapasitas dalam mengelola kebijakan anggaran daerah dan mampu memimpin TAPD secara profesional.

Proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon lagi-lagi jadi perhatian, terutama dari Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Masduki.

Pentingnya Rekam Jejak

Melansir pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 06/08/2026, Masduki mengingatkan agar pemilihan Sekda gak hanya berdasarkan kedekatan atau faktor subjektif lainnya.

Dia bilang, harus ada penilaian berdasarkan rekam jejak dan kinerja nyata para kandidat saat memimpin Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Masduki menyebut, semua kandidat yang ikut seleksi sudah bukan wajah baru di Pemerintah Kota Cilegon.

Jadi, masyarakat dan tim penilai bisa lihat secara objektif bagaimana capaian dan kualitas kepemimpinan mereka saat menjabat di OPD.

“Semua kandidat pernah ditempatkan di OPD. Jadi yang harus dinilai adalah bagaimana kinerjanya saat memimpin. Jangan sampai ketika memimpin OPD kinerjanya buruk, tetapi justru didorong menduduki jabatan yang lebih tinggi,” tegas Masduki.

Manajemen Talenta yang Positif

Selain itu, Masduki juga bilang bahwa penerapan sistem manajemen talenta dalam pengisian jabatan strategis itu langkah positif.

Dia percaya sistem ini dapat mengurangi praktik titipan dan kecemburuan di birokrasi.

Namun, Masduki menekankan bahwa hasil akhirnya harus tetap menghasilkan figur terbaik yang bisa bekerja sesuai kebutuhan pemerintah daerah.

“Manajemen talenta itu bagus karena sistem yang menentukan. Tidak ada istilah orang titipan dan tidak menimbulkan kecemburuan. Tinggal bagaimana hasil akhirnya benar-benar menghasilkan figur yang tepat untuk memimpin birokrasi,” ujarnya.

Harapan untuk Sekda yang Berkapasitas

Masduki juga menegaskan bahwa posisi Sekda bukan sekadar jabatan administratif.

Dia harus punya kapasitas yang mumpuni dalam mengelola dan mengawal kebijakan anggaran daerah.

Soalnya, Sekda berperan sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Menurut Masduki, Sekda yang terpilih harus paham masalah di setiap OPD, mampu mengoordinasikan program lintas perangkat daerah, dan bisa memberikan solusi saat ada kendala dalam pelaksanaan anggaran.

“Sekda harus mampu memimpin TAPD dengan baik, memiliki kewibawaan secara profesional, memahami persoalan di berbagai OPD, dan mampu mencarikan solusi ketika ada masalah dalam perencanaan maupun pelaksanaan anggaran,” pungkasnya.

Pernyataan ini jadi penanda bahwa proses pemilihan Sekda Cilegon perlu menghasilkan pejabat yang bukan cuma administratif, tapi juga birokrat yang punya kinerja, integritas, dan kemampuan mengelola anggaran daerah untuk mempercepat pembangunan Kota Cilegon.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: rubrikbanten.com (06/08/2026)