
- PT Indonesia Power perpanjang kerja sama CSR dengan Pemerintah Kota Cilegon untuk program lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat.
- Program fokus pada konservasi hutan kota, pemanfaatan FABA, dan pembuatan lubang biopori untuk meningkatkan resapan air tanah.
- Wali Kota Cilegon berharap industri lain ikut berpartisipasi dalam penyediaan air bersih, terutama di tengah krisis akibat musim kemarau.
PT Indonesia Power (IP) Banten I Unit 8 Suralaya baru saja resmi perpanjang kerja sama untuk program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan Pemerintah Kota Cilegon.
Kolaborasi Berkelanjutan
Mengutip pemberitaan dari bantenesia.co pada 13/07/2026, penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon.
Perpanjangan kolaborasi ini akan fokus pada penguatan program lingkungan, konservasi, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Cilegon.
Senior Manajer IP Banten I Unit 8 Suralaya, I Nyoman Buda, menyatakan bahwa kemitraan yang sudah berjalan baik ini akan terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Program Lingkungan Utama
Nyoman juga menjelaskan bahwa program CSR ini adalah hasil kerja sama berkelanjutan antara PLTU Suralaya 8 dan Pertamina Cilegon.
”Konsep kerja sama ini adalah program CSR yang sudah berjalan, yang akan terus kita jaga dan tingkatkan kemanfaatannya bagi masyarakat,” ujar Nyoman.
Dia memaparkan tiga program prioritas lingkungan yang jadi fokus utama, yaitu konservasi hutan kota, pemanfaatan FABA (Fly Ash dan Bottom Ash), serta pembuatan lubang biopori.
Dengan pembuatan lubang biopori, mereka berharap bisa meningkatkan resapan air tanah, sehingga dapat meminimalisasi dampak banjir saat musim hujan.
Dukungan untuk Air Bersih
Selain itu, IP Banten I Unit 8 Suralaya juga sedang merancang program baru untuk mendukung penyediaan infrastruktur air bersih.
Rencananya, perusahaan akan mendukung program pipanisasi PDAM di wilayah Merak hingga Salira, tetapi masih perlu koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, menekankan bahwa bantuan CSR harus memberikan dampak nyata di lapangan.
Dia mengapresiasi langkah PLTU 8 Suralaya, tetapi juga berharap industri lain di Cilegon ikut berpartisipasi.
“Saya berharap langkah nyata Unit 8 ini menjadi pemantik bagi industri lain. Kita tidak bisa bergerak sendiri, apalagi saat ini pemenuhan air bersih menjadi prioritas krusial akibat musim kemarau,” tegas Robinsar.
Dia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota telah mengambil langkah tanggap darurat dengan mengerahkan 10 unit bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
“Kebutuhan warga adalah program prioritas. Saya mengajak industri lain di Cilegon untuk segera bergerak bersama dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat menciptakan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Cilegon.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: bantenesia.co (13/07/2026)