
- Pemerintah Kota Cilegon menggelar pelatihan membatik untuk meningkatkan keterampilan SDM di sektor fesyen, diikuti oleh 30 peserta.
- Kepala Disporapar menekankan pentingnya subsektor fesyen dalam diversifikasi ekonomi dan tantangan yang dihadapi, seperti persaingan pasar.
- Harapan dari pelatihan ini adalah agar peserta dapat menciptakan produk fesyen unik yang dapat bersaing di pasar lokal dan internasional.
Pemerintah Kota Cilegon berusaha meningkatkan sektor ekonomi kreatif, khususnya dalam subsektor fesyen, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Pelatihan Membatik untuk Pengembangan SDM
Mengutip pemberitaan dari faktabanten.co.id pada 15/07/2026, pelatihan ini diadakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) di Stadion Geger Cilegon.
Acara ini diikuti oleh 30 peserta yang belajar teknik membatik, menggabungkan teori dan praktik agar keterampilan mereka meningkat.
Kepala Disporapar Kota Cilegon, Sakri Jasiman, menjelaskan bahwa Cilegon dikenal sebagai kota industri, tetapi sektor ekonomi kreatif juga berpotensi besar.
Peluang Ekonomi dari Fesyen
Sakri menambahkan bahwa Pemerintah Kota Cilegon terus berupaya mendiversifikasi ekonomi dengan menempatkan industri kreatif sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Subsektor fesyen memiliki rantai nilai yang sangat luas, mulai dari proses penciptaan ide, desain, produksi hingga pemasaran. Fesyen bukan hanya produk sandang, tetapi juga menjadi representasi budaya sekaligus memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” ujar Sakri.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi industri fesyen saat ini, seperti persaingan pasar dan perubahan tren yang cepat.
Oleh karena itu, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu faktor utama agar pelaku usaha lokal dapat bersaing.
Harapan dan Kolaborasi ke Depan
Sakri berharap peserta pelatihan tidak hanya belajar membatik, tetapi juga bisa mengembangkan produk fesyen yang unik dari Cilegon.
“Kami ingin produk fesyen khas Cilegon semakin dikenal, tidak hanya di pasar lokal maupun nasional, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar internasional. Dengan kualitas yang baik, produk daerah tentu mampu bersaing di tingkat global,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disporapar Kota Cilegon, Wawan Ihwani, menambahkan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM di subsektor fesyen.
“Melalui pembelajaran teori dan praktik membatik, para peserta diharapkan mampu menghasilkan produk fesyen yang memiliki identitas lokal, bernilai ekonomi tinggi, sekaligus memperkuat daya saing industri kreatif Kota Cilegon di masa depan,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pelatihan ini bisa membantu pelaku ekonomi kreatif di Cilegon untuk terus berkembang dan bersaing.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: faktabanten.co.id (15/07/2026)