
- Komisi II DPRD Cilegon menggelar RDP dengan Dinsos dan Dispora untuk mengawasi kinerja pemerintah daerah.
- Angka kemiskinan di Cilegon menurun menjadi 16,050 persen, namun ada kendala dalam program santunan kematian yang belum direalisasikan.
- Komisi II mendorong pengembangan sektor pariwisata dan optimalkan data bansos agar bantuan tepat sasaran.
Komisi II DPRD Kota Cilegon baru-baru ini menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bareng Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) pada 14 Juli 2026 di aula Rapat Komisi.
Pengawasan Kinerja Pemerintah Daerah
Melansir pemberitaan dari bantenesia.co pada 14/07/2026, rapat ini adalah bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap kinerja mitra kerja pemerintah daerah.
Penurunan Angka Kemiskinan
Dalam RDP, Komisi II kasih apresiasi untuk capaian penurunan angka kemiskinan di Cilegon, yang kini turun menjadi 16,050 persen dari sebelumnya 17,350 persen.
Namun, mereka juga menyoroti kendala dalam realisasi program santunan kematian.
Hidayatullah, anggota Komisi II dari dapil Ciwandan-Citangkil, mengatakan, “Ternyata dari tahun 2024 sampai sekarang belum direalisasikan.
Kami berharap segera ada kepastian regulasi agar bantuan bagi sekitar 450 penerima ini dapat segera dijalankan.”
Pentingnya Akurasi Data Bansos
Hidayat menekankan pentingnya akurasi data untuk bantuan sosial (bansos).
Komisi II meminta Dinsos untuk mengoptimalkan peran RT, RW, dan kelurahan supaya bantuan yang disalurkan tepat sasaran, dan tidak hanya bergantung pada data dari Kementerian Sosial.
Realisasi Anggaran Dispora
Selain itu, dalam pembahasan dengan Dispora, Komisi II menyoroti realisasi anggaran semester I tahun 2026 yang sudah mencapai 40,74 persen dari total alokasi APBD sebesar Rp32,8 miliar.
Fokus utama pembahasan adalah pembinaan atlet, kepemudaan, serta rencana pengadaan stadion mini di empat kecamatan di Cilegon.
Optimalisasi Sektor Pariwisata
Komisi II juga mendorong pengembangan sektor pariwisata daerah, terutama destinasi seperti Gunung Batu serta Pulau Merak Besar dan Kecil.
DPRD menilai potensi wisata tersebut belum terkelola dengan baik.
“Kita tahu Cilegon adalah kota industri, namun kita perlu mengelola destinasi wisata dengan baik agar dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tambah Hidayatullah.
Hidayat juga menyatakan dukungan serta mengucapkan terima kasih atas dorongan Komisi II untuk bareng-bareng mengoptimalkan program-program pembangunan, baik di sektor kepemudaan maupun pengembangan pariwisata agar lebih bermanfaat untuk masyarakat Cilegon.
Dengan semua pembahasan ini, ada harapan untuk peningkatan kinerja yang lebih baik dari pemerintah daerah.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: bantenesia.co (14/07/2026)