
Program Jurnalis Mengajar
Melansir pemberitaan dari bantenraya.com pada 11/06/2026, program Jurnalis Mengajar dari Jurnalis Parlemen Cilegon atau JPC sudah berjalan selama lima tahun.
Program ini adalah bagian dari komitmen para pewarta di komunitas JPC untuk berbagi ilmu tentang jurnalistik, termasuk penulisan berita, fotografi, dan video jurnalistik.
Selain itu, siswa-siswi juga mendapatkan sosialisasi tentang anti hoax.
Jurnalis Mengajar di MA Al I’anah berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026, dengan dukungan dari PT Krakatua Baja Industri (KBI) dan PT Krakatua Pipe Industri (KPI).
Acara dan Pembicara
Hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, serta Kepala Dinas Kominfo Persandian dan Statistik Kota Cilegon Agus Zulkarnain beserta jajarannya.
Juga hadir Camat Ciwandan Agus Ariyadi, Corporate Secretary PT KBI Vicky M Rosyad, Corporate Secretary PT KPI Endang Purnamasari, Pengasuh Yayasan Al I’anah Achmad Sulton, Tokoh Masyarakat Ciwandan KH Fauzi, dan Kepala MA Al I’anah Alawi.
Pengalaman Wakil Walikota
Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo memberikan apresiasi atas kegiatan Jurnalis Mengajar yang memperkenalkan ilmu jurnalistik kepada siswa-siswi MA Al I’anah.
Ia juga menceritakan pengalamannya menjadi awak jurnalis di Australia.
“Dulu saya pengen jadi wartawan perang, tapi itu berdasarkan empati. Tapi saya diberi kesempatan meliput Marathon di Australia,” katanya.
Fajar menceritakan bahwa orang tuanya awalnya mengarahkan dia untuk kuliah ekonomi manajemen, namun ia lebih tertarik pada fotografi jurnalistik.
“Saya juga tidak menyangka, orang yang hobinya seni, malah jadi Wakil Walikota. Apapun segala profesi yang tanpa dilandasi rasa syukur, itu akan sia-sia,” tuturnya.
Fajar menyatakan kesiapan untuk berbagi pengalaman sebagai jurnalis foto.
“Intinya pemerintah akan mendukung apa-apa yang bermanfaat, seperti ini,” tuturnya.
Peran JPC dalam Melawan Hoax
Ketua JPC Hairul Alwan menjelaskan bahwa pewarta di Jurnalis Parlemen Cilegon (JPC) memberikan pemahaman kepada Gen Z untuk melawan hoax dan disinformasi.
Generasi muda saat ini menjadi salah satu pengguna internet terbesar.
“Kalau kerja jurnalistik itu kita wawancara, ini kita coba beri kontribusi di tanah pendidikan, kita sharing di dunia tulis, foto dan digital. Makanya kita usung lawan hoax,” ucap Hairul Alwan.
Jurnalis Mengajar yang sudah ada sejak 2021, kali ini digelar di Madrasah Al I’anah, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten.
“Gen Z harus bisa menyaring dan mencari informasi dengan benar, agar tidak menjadi korban hoax maupun disinformasi,” tuturnya.
Manager Corsec Krakatau Baja Industri (KBI), Vicky Mohamad Rosyad menyatakan bahwa Jurnalis Mengajar bertujuan untuk meluruskan informasi yang beredar di dunia maya.
Karena di era digital saat ini, hampir semua orang memiliki gadget dan terhubung dengan internet, sehingga batasan akses informasi pun semakin tidak ada.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, kegiatan Jurnalis Mengajar ini merupakan upaya positif dalam mendidik siswa-siswi mengenai dunia jurnalistik dan bagaimana melawan hoax.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: bantenraya.com (11/06/2026)