Akhirnya Warga Pulomerak Bisa Nikmati Air Bersih! Program TMMD Hasilkan 10 Sumur Bor

Oke, kita bicara soal program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang katanya kece ini. Denger-denger, mereka udah selesai bangun 10 sumur bor di Pulomerak. Jadi, warga bisa menikmati air bersih, gitu. Tapi, apa bener ini solusi jangka panjang, atau cuma hiburan sementara buat mengalihkan perhatian kita dari masalah yang lebih besar? Yuk, kita gali lebih dalam!

Program TMMD Hasilkan 10 Sumur Bor

Membaca pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 14/05/2026, program TMMD ke-128 ini emang terdengar keren dengan pembangunan infrastruktur yang mengklaim mampu memberikan akses air bersih bagi masyarakat. Dalam waktu 23 hari, mereka berhasil menyelesaikan 10 sumur bor di Kelurahan Mekar Sari. "Seluruh fasilitas itu kini siap dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari," katanya. Tapi, apa kita udah cukup yakin bahwa ini adalah solusi yang berkelanjutan?

Oke, kita bisa paham sih, punya akses air bersih itu penting banget. Tapi, harus dipikirin juga, apa semua ini beneran bakal bertahan lama? Musim kemarau yang parah bisa bikin sumur-sumur ini kering, dan kita kembali ke titik awal. Apakah ada rencana jangka panjang untuk memastikan air bersih tetap tersedia? Kalo enggak, ini semua bakal sia-sia.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Menurut berita, keberadaan sumur bor ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sanitasi, kesehatan, dan produktivitas masyarakat. Tapi, kita perlu lihat lebih jauh. Apakah warga sudah dilibatkan dalam proses pembuatannya? Atau ini cuma proyek yang dijalankan tanpa melibatkan pendapat mereka? “Pembangunan tersebut hingga selesai tepat waktu,” kata Dansatgas TMMD, Imam Buchori. Tapi, pasca-proyek ini, apa yang terjadi? Apakah masyarakat diajak untuk menjaga dan merawat fasilitas ini? Keterlibatan masyarakat itu kunci, lho!

Komitmen Atau Hanya Janji Manis?

Imam Buchori juga bilang bahwa ini adalah bentuk komitmen TNI AD dalam membantu masalah air bersih. “Alhamdulillah, tepat pada Kamis, 14 Mei 2026, pengerjaan sumur bor di 10 titik krusial telah selesai 100 persen.” Nah, menarik banget. Komitmen itu bisa diukur dari tindakan lanjut setelah proyek selesai. Apakah ada pemantauan dan perawatan? Atau semuanya cuma ditinggalkan begitu saja setelah acara seremonial?

Jadi, bagaimana menurut kamu tentang kebijakan ini? Apakah benar-benar menjawab kebutuhan, atau justru menambah masalah baru? Yuk, share pendapat kamu! Kita perlu ngobrol lebih banyak tentang ini agar pembangunan yang dilakukan tidak sia-sia dan bener-bener bermanfaat untuk masyarakat!



Sumber: rubrikbanten.com (14/05/2026)
Dokter Farm - Pusat domba qurban di Cilegon
Produk Sponsor