Greenotel Cilegon Pecat Oknum Karyawan Terduga Pelaku Pelecehan, Manajemen: Pelaku Sudah Minta Maaf

Pemecatan Karyawan Terduga Pelaku

Manajemen Greenotel Cilegon mengakui adanya dugaan pelecehan yang melibatkan salah satu karyawannya terhadap seorang siswi yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL). 

Pernyataan ini disampaikan oleh pihak HRD hotel, yang menegaskan bahwa insiden tersebut bersifat verbal.

Iqbal Hary Setiawan, Manager HRD Greenotel Cilegon, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan memecat karyawan yang diduga terlibat dalam kasus ini. “Untuk dugaan pelecehan seksual ini memang dibenarkan ada dari karyawan kami. Namun sifatnya verbal, tidak ada tindakan fisik,” ujarnya.

Baca juga: Polisi Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Siswi Magang oleh Oknum Karyawan Greenotel Cilegon

Berawal dari Candaan Berujung Masalah

Penjelasan dari manajemen juga menarik perhatian publik, mengingat peristiwa tersebut berawal dari interaksi yang dianggap sebagai candaan antara korban dan seorang karyawan senior. 

Dalam interaksi tersebut, muncul respons yang dinilai tidak pantas dari salah satu karyawan yang kemudian menjadi terduga pelaku.

Menurut informasi dari pihak manajemen, terduga pelaku telah meminta maaf kepada keluarga korban. 

Pertemuan yang disaksikan oleh pihak sekolah juga telah dilaksanakan. “Sudah ada permintaan maaf langsung ke keluarga korban dan ada bukti komunikasi. Bahkan sudah dilakukan klarifikasi bersama pihak terkait,” kata Iqbal.

Keberlangsungan PKL Korban

Insiden yang diduga berlangsung antara Februari dan Maret 2026 ini tidak memiliki tanggal pasti, karena korban tidak segera melaporkan kejadian tersebut kepada manajemen. 

Akibat dari kejadian ini, korban memutuskan untuk mengakhiri kegiatan PKL lebih awal dari rencana semula yang berlangsung enam bulan, dengan alasan merasa tidak nyaman di lingkungan kerja.

Pihak manajemen menyatakan siap memberikan dukungan jika kasus ini dilanjutkan oleh aparat penegak hukum, meskipun mereka mengklaim bahwa penanganan awal telah dilakukan secara internal. 

Pentingnya Evaluasi Sistem Pengawasan

Namun, kasus ini tetap memicu perhatian, terutama terkait perlindungan siswa PKL di tempat kerja serta batasan antara candaan dan tindakan yang berpotensi melanggar etika maupun hukum.

Beberapa pihak berpendapat bahwa pengakuan adanya pelecehan verbal ini menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap sistem pengawasan dan pembinaan karyawan di sektor perhotelan, terutama yang melibatkan peserta didik.



Sumber: rubrikbanten.com (08/04/2026)
Produk Sponsor