Waduh! Indonesia Tempati Posisi Ke-2 Sebagai Negara yang Warganya Mudah Ditipu


Berdasarkan laporan Global Fraud Index 2025, Indonesia kini berada pada posisi kedua sebagai negara paling rentan penipuan dari 112 negara yang diteliti dengan skor 6,53 dari 10. 

Tingginya tingkat kerawanan ini dipicu oleh maraknya berbagai modus kejahatan, mulai dari phishing dan social engineering hingga investasi bodong serta penipuan belanja daring. 

Selain itu, kondisi ini diperparah oleh rendahnya literasi keamanan digital di masyarakat serta sistem pencegahan yang dinilai belum optimal.

Sentimen Publik terhadap Kerentanan Penipuan di Indonesia

Menanggapi laporan tersebut, banyak netizen yang mengungkapkan kekecewaan mereka di media sosial. 

Akun "nanawongcherbond" menulis, "lebih tepatnya itu masyarakat RI lebih seringnya 'DI TIPU' sama pejabat dan negaranya sendiri," yang mendapatkan 505 suka dari pengguna lainnya. 

Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang merasa tingkat penipuan yang tinggi juga dipengaruhi oleh tindakan oknum di pemerintahan.

Selain itu, akun "kebun_emma" turut menambahkan, "Terutama ditipu sama pemerintahannya sendiri," tulisnya yang juga mendapatkan 108 suka. 

Komentar ini mencerminkan sentimen negatif yang berkembang di masyarakat, di mana mereka merasa tidak hanya menjadi korban penipuan dari individu atau perusahaan, tetapi juga dari institusi negara itu sendiri.

Pendapat Nyinyir Netizen Lainnya

Beberapa netizen bahkan menuliskan komentar bernada sindiran. Akun "jihadpandu" berkomentar, "Itu aja yg survey kena tipu juga, nyatanya indonesia no 1," dengan 24 suka, menunjukkan skeptisisme terhadap kondisi warga di Indonesia saat ini.

Kesimpulannya, meskipun laporan Global Fraud Index menunjukkan tingginya kerentanan penipuan di Indonesia, banyak netizen yang merasa bahwa penyebabnya lebih kompleks dan melibatkan aspek kepercayaan terhadap pemerintah. 

Sentimen publik yang dominan cenderung negatif, mencerminkan keprihatinan yang mendalam terhadap keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Produk Sponsor