Sahroni Usul Tersangka Korupsi Harus Bayar untuk Jadi Tahanan Rumah, Netizen: "Kok Komersil?"


Usulan Sahroni Perihal Tahanan Rumah

Politikus Ahmad Sahroni mengemukakan usulan yang cukup kontroversial terkait penanganan kasus korupsi di Indonesia. 

Ia mengusulkan agar tersangka kasus korupsi diwajibkan membayar sejumlah besar uang kepada negara jika ingin mendapatkan status tahanan rumah. 

Usulan ini muncul setelah kasus Yaqut Cholil Qoumas yang sempat dialihkan dari rutan ke tahanan rumah. Menurut Sahroni, langkah ini perlu diatur secara jelas, mengingat beberapa negara sudah menerapkan kebijakan serupa sebagai bentuk tanggung jawab tambahan bagi tersangka.

Kabar perihal usulan Ahmad Sahroni ini diunggah di media sosial oleh akun instagram nowdots, yang ramai dengan beragam tanggapan netizen di kolom komentar.

Sorotan Terhadap Usulan Sahroni

Beberapa netizen memberikan tanggapan negatif terhadap usulan ini. Seorang netizen dengan akun @nsetiawan__ mengatakan, "pemikiran dangkal," menunjukkan ketidaksetujuan terhadap ide tersebut. 

Akun @vaidahmad_ juga mengekspresikan skeptisitasnya, menulis, "Diusulin sama orang bermasalah 😯." Sementara itu, akun @ari_whydt mempertanyakan efektivitas usulan tersebut dengan berkomentar, "Kenapa usulnya gak 'Tersangka korupsi wajib dihukum gantung, dan semua harta disita negara' 😭". tulisnya disertai emoji tangisan.

Sindiran Keras dari Netizen

Di sisi lain, beberapa netizen memberikan tanggapan lebih ringan dan positif terhadap usulan tersebut. Akun @fadil_kuw menulis, "😂bangsattt berarti @ahmadsahroni88 mengaminkan kalo ada uang apa saja bisa," menggambarkan sindiran dan keprihatinan. 

Selain itu, akun @crzybysss juga menunjukkan sikap skeptis dengan menulis, "udah di spill ni sama mantan oknum 😂😂, gimana hukum bertindak di Indonesia wkwkkw." Netizen lainnya, @fadil.ane, menambahkan, "normalkan suap?😂," yang menunjukkan pandangan bahwa usulan tersebut bisa memperburuk praktik suap.

Kekhawatiran Terhadap Praktik Suap di Indonesia

Beberapa komentar netizen menunjukkan kekhawatiran bahwa usulan ini justru akan memperburuk keadaan hukum di Indonesia. 

Akun @bosoracle berkomentar, "bayar? hahaha makin jadi dong praktek suap-suapan," menyoroti potensi penyalahgunaan dari kebijakan ini. 

Sementara itu, akun @ummusaidah_project menulis, "😂😂😂suap maksudnya?" yang menunjukkan bahwa mereka merasa usulan tersebut dapat memicu praktik suap semakin marak dan terang-terangan.

Harapan untuk Hukum yang Lebih Adil

Reaksi netizen terhadap usulan Ahmad Sahroni beragam, mulai dari kritik tajam hingga sindiran yang mencerminkan skeptisisme terhadap praktik hukum di Indonesia. 

Banyak yang merasa bahwa kebijakan semacam ini dapat memperburuk situasi, dengan mengedepankan uang sebagai faktor utama dalam penanganan kasus korupsi.

Di tengah berbagai pandangan ini, harapan untuk kebijakan yang lebih transparan dan adil tetap ada di benak publik.

Produk Sponsor