Walikota Cilegon, Robinsar, telah mengeluarkan imbauan kepada semua sekolah di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon untuk tidak membebani orang tua dalam pelaksanaan acara kelulusan dan perpisahan. Hal ini disampaikan Robinsar dalam sebuah pernyataan beberapa waktu lalu.
“Jadi jangan sampai adanya perpisahan itu menjadi beban untuk masyarakat. Makanya tadi menyesuaikan terhadap kebutuhan dan juga gak semua istilahnya mampu. Makanya saya tekankan jangan jadi beban untuk wali murid semua ke depan,” ujarnya.
Biaya Perpisahan Salah Satu SMP Negeri yang Jadi Sorotan
Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa salah satu SMP Negeri di Cilegon telah mengumumkan biaya untuk acara kelulusan dan perpisahan yang mencapai Rp410 ribu. Rincian biaya tersebut mencakup foto sebesar Rp25 ribu, medali Rp30 ribu, map ijazah Rp60 ribu, album Rp45 ribu, dan Rp250 ribu untuk biaya perpisahan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah.
Pembayaran biaya ini dilakukan secara dicicil dengan alasan bahwa jumlah tersebut merupakan kesepakatan dari Komite Sekolah. Uang tersebut dikumpulkan kepada bendahara yang ditunjuk dari kalangan wali murid.
Di sisi lain, terdapat juga laporan mengenai biaya kelulusan dan perpisahan dari salah satu SD Negeri di Cilegon yang lebih tinggi, mencapai Rp1 juta, yang juga mencakup biaya untuk bimbingan belajar.
Komunikasi dengan Dinas Terkait
Menanggapi isu ini, Robinsar menyatakan bahwa ia akan segera berkomunikasi dengan dinas terkait untuk menyelesaikan masalah ini. Ia juga meminta kepada pihak sekolah untuk memanfaatkan fasilitas umum yang tersedia dalam pelaksanaan acara tersebut.
“Itu memang ke depan kita akan komunikasikan. Kita juga sempat ada edaran juga bahwa untuk meminimalisir hal tersebut itu teman-teman dari sekolah bisa menggunakan fasilitas umum, publik, baik itu gedung kecamatan, pemerintahan, dewan,” tambahnya.
Pentingnya Memperhatikan Kemampuan Orang Tua
Senyampang dengan pernyataan Walikota, Ketua Komisi II DPRD Cilegon, Fauzi Desviandy, juga menekankan pentingnya perhatian sekolah terhadap kemampuan finansial orang tua siswa. Meskipun ia belum menerima aduan formal, ia berharap pihak sekolah dapat lebih bijak dalam menentukan biaya acara kelulusan dan perpisahan.
“Jangan sampai memberatkan bagi orang tua, karena setiap orang punya kemampuan yang berbeda-beda,” ungkapnya, pada Senin (9/2/2026).
Fauzi juga mendorong agar acara tersebut diselenggarakan dengan sederhana, fokus pada hubungan siswa dengan guru, serta kualitas pendidikan yang diterima. “Kalau bisa dilaksanakan secara sederhana. Jangan sampai dikemas bagus, tapi memberatkan orang tua juga. Pada intinya kualitas dari siswanya, bukan acara seremonialnya,” tutupnya.
Sumber: bantennews.co.id (09/02/2026)