Cilegon Dihuni oleh 483.015 Penduduk, Laki-laki Mendominasi dengan 50,58%, Gak Ada Alasan untuk Wayuh

Total Penduduk Kota Cilegon Mencapai 483.015 Jiwa

Penduduk di Kota Cilegon berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) pada semester I tahun 2025 tercatat mencapai 483.015 jiwa. Data ini menunjukkan bahwa jumlah laki-laki mendominasi, dengan angka 244.302, sementara jumlah perempuan tercatat 238.713.

Rincian Demografi Berdasarkan Kecamatan

Rincian jumlah penduduk di masing-masing kecamatan di Kota Cilegon adalah sebagai berikut:

Kecamatan Cibeber dengan 67.827 jiwa, Kecamatan Cilegon 55.144 jiwa, Kecamatan Pulomerak 51.421 jiwa, Kecamatan Ciwandan 54.851 jiwa, Kecamatan Jombang 73.486 jiwa, Kecamatan Grogol 47.070 jiwa, Kecamatan Purwakarta 44.824 jiwa, dan Kecamatan Citangkil sebanyak 88.392 jiwa.

Pernyataan dari Disdukcapil Cilegon

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Pendaftaran dan Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cilegon, Robi Santika, menjelaskan bahwa selama periode semester I 2025, jumlah penduduk terus meningkat. "Laki-laki yang menjadi dominan sebanyak 244.302 dan perempuan 238.713," jelasnya.

Robi menyatakan bahwa data tersebut telah melalui proses verifikasi dan validasi oleh Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). "Terintegrasi dan sudah tervalidasi dan terverifikasi," ujarnya.

Rencana Validasi untuk Semester II 2025

Untuk semester II tahun 2025, Robi mengatakan pihaknya masih menunggu proses validasi dari Kemendagri. Data yang diperoleh nantinya akan digunakan untuk berbagai pelayanan publik, perencanaan pembangunan, serta penegakan hukum.

"Data kependudukan ini menjadi hal strategis karena menjadi landasan dalam perencanaan pembangunan di semua aspek baik Kesehatan, Pendidikan dan juga infrastruktur lainnya," jelasnya.

Program Pelayanan Kependudukan

Dalam upaya meningkatkan pelayanan kependudukan, Robi menyampaikan bahwa pihaknya aktif menjalankan berbagai program, termasuk perekaman untuk lansia dan warga lainnya. Mereka juga mengurus dan memberikan surat kematian kepada warga yang membutuhkan.

"Program terus dilakukan. Bahkan, bagi lansia dan warga yang tidak bisa datang, kami lakukan program Jebol Sagon (Jembut Bola Pengurusan Dokumen Kependudukan)," ucapnya.

Pesan Tersembunyi Dibalik Data Statistik Penduduk 

Berangkat dari data terbaru ini, hitung-hitungannya jadi cukup menarik. Dengan total 483.015 penduduk dan komposisi laki-laki sekitar 50,6% berbanding perempuan 49,4%, secara matematis saja sudah kelihatan kalau jumlah perempuan di Cilegon nggak memungkinkan untuk “dibagi dua”. Artinya, kalau ada satu laki-laki punya dua istri, maka secara logika sederhana, akan ada laki-laki lain yg otomatis nggak kebagian pasangan. 

Data ini nunjukin bahwa dominasi laki-laki justru bikin peluang poligami makin sempit, bukan sebaliknya.

Fakta statistik ini juga bisa dibaca sebagai realitas sosial hari ini. Di tengah jumlah perempuan yg lebih sedikit, ditambah faktor ekonomi, kesiapan mental, dan dinamika rumah tangga modern, wacana laki-laki Cilegon punya dua istri terasa makin jauh dari realita. 

Jadi bukan soal boleh atau tidak, tapi soal masuk akal atau nggak. Data kependudukan terbaru ini secara tidak langsung menegaskan: satu laki-laki untuk satu perempuan saja sudah paling realistis di Cilegon saat ini.



Sumber: bantenraya.com (06/02/2026)
Produk Sponsor