BANTEN — Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang kini berada pada Level III (Siaga) membuat pemerintah daerah di Banten bergerak cepat. Menyusul sebaran abu vulkanik yang mulai berdampak ke sejumlah wilayah, Pemerintah Provinsi Banten bersinergi dengan Pemerintah Kota Cilegon mengambil langkah antisipatif dengan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah secara serentak.
Arahan Provinsi untuk SMA/SMK Sederajat
Berdasarkan informasi yang dirilis melalui akun Instagram resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten @dindikbud.banten, kebijakan PJJ tingkat provinsi ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Banten. Keputusan ini diambil demi menjaga kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh peserta didik serta warga sekolah.
Kebijakan dari Dindikbud Banten ini diwajibkan bagi seluruh satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SKh (Sekolah Khusus), baik berstatus Negeri maupun Swasta di seluruh wilayah Provinsi Banten.
Pemkot Cilegon Berlakukan PJJ untuk Jenjang PAUD hingga SMP
Sejalan dengan langkah mitigasi dari Pemprov Banten, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon juga menerbitkan kebijakan serupa guna melindungi anak-anak usia dini dan pendidikan dasar.
Pemkot Cilegon resmi mengalihkan proses belajar tatap muka menjadi PJJ untuk seluruh jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP di wilayahnya.
Dengan adanya kolaborasi kebijakan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota ini, dapat dipastikan bahwa seluruh peserta didik dari tingkat pendidikan usia dini hingga menengah atas terlindungi dari ancaman paparan abu vulkanik.
Jadwal Pelaksanaan PJJ Provinsi Banten
Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini merupakan langkah mitigasi jangka pendek. Berikut adalah rincian waktu pelaksanaannya:
- Waktu Pelaksanaan: Berlangsung selama 3 hari, yakni mulai Senin hingga Rabu, 7 – 9 September 2026.
- Sistem: Belajar secara terarah dari rumah dengan penugasan dan panduan dari satuan pendidikan masing-masing.
Imbauan Penting untuk Orang Tua dan Masyarakat
Di tengah situasi siaga ini, peran orang tua di rumah menjadi garda terdepan. Pemerintah mengimbau para orang tua untuk mendampingi serta membimbing anak-anak mereka agar aktivitas belajar mengajar dari rumah tetap berjalan efektif selama periode PJJ.
Lebih lanjut, seluruh lapisan masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Hal ini sangat penting untuk menghindari paparan abu vulkanik secara langsung yang berpotensi membahayakan kesehatan, terutama saluran pernapasan.