
- Warga Link Palas, Cilegon, merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tradisi Panjang Maulid dan dzikir yang dihadiri ratusan orang.
- Ketua Panitia, Darwin, menyatakan antusiasme warga dalam menjaga tradisi ini sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
- Ada sekitar 350 pedzikir yang hadir dari berbagai daerah, dan warga juga menyiapkan kreasi unik serta hidangan tradisional untuk merayakan acara tersebut.
Warga Link Palas di Cilegon baru-baru ini merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tradisi Panjang Maulid dan dzikir yang berlangsung meriah.
Perayaan Maulid yang Meriah
Melansir pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 23/08/2026, tradisi ini merupakan warisan turun-temurun yang sudah ada sejak lama.
Ratusan warga dari berbagai lingkungan datang untuk melantunkan dzikir dan puji-pujian kepada Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW.
Ketua Panitia Maulid, Darwin, menjelaskan bahwa masyarakat sangat antusias untuk menjaga tradisi ini setiap tahunnya.
“Alhamdulillah masyarakat Link Palas masih terus antusias untuk membuat Panjang Maulid setiap tahunnya untuk memperingati dan merayakan hari istimewa kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW,” kata Darwin.
Dia menambahkan bahwa perayaan Maulid bukan hanya soal menjaga tradisi, tapi juga bentuk kecintaan warga kepada Nabi Muhammad SAW.
Keterlibatan Masyarakat
Seluruh warga secara sukarela berkontribusi dalam pelaksanaan tradisi ini, baik dari segi tenaga, materi, hingga waktu.
Mereka juga mengundang ratusan pedzikir dari berbagai kampung untuk merayakan kelahiran Rasulullah SAW bersama-sama.
“Bukan hanya sekadar menjaga tradisi yang diwariskan oleh leluhur kami, inilah bentuk kecintaan warga Palas kepada Baginda Nabi Muhammad SAW dengan memperingati hari kelahiran beliau dengan suka cita,” ujar Darwin.
Darwin juga menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga Link Palas dan masyarakat sekitar.
Dzikir dilaksanakan sejak pagi hingga setelah waktu Dzuhur, dengan bacaan puji-pujian yang diambil dari Kitab Barzanji dan Burdah.
“Maulid ini juga sebagai momentum untuk terus meneladani akhlakul karimah Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Semoga membawa keberkahan dari Allah SWT dan mendapatkan syafaat Baginda Nabi SAW,” sambungnya.
Partisipasi Pedzikir
Sementara itu, Ustadz Sofari dari panitia melaporkan bahwa sekitar 350 pedzikir hadir untuk acara tahun ini.
Mereka datang dari berbagai daerah, seperti Link Cikerut dan Kampung Jelumprit.
“Kurang lebih 350 pedzikir. Ya, kita saling mengundang pedzikir. Ini bagian dari silaturahmi dan tradisi Maulid yang sudah turun-temurun dan dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Cilegon dan Serang,” kata Sofari.
Dia menjelaskan, tradisi mengundang pedzikir dilakukan secara bergantian, sehingga tahun depan giliran pedzikir dari Link Palas yang diundang ke tempat lain.
Kreasi Panjang Maulid
Salah satu daya tarik dalam perayaan di Link Palas adalah kreasi Panjang Maulid yang dibuat warga.
Mereka membuat berbagai miniatur unik seperti masjid, Ka'bah, dan perahu yang dihias dengan cantik.
“Telur diberi gagang dari bambu panjang dan dihias, mungkin itu awal mula disebut panjang. Seiring berjalannya waktu, bentuknya terus berkembang,” jelas Sofari.
Selain Panjang Maulid, warga juga menyiapkan makanan tradisional yang dibagikan kepada saudara dan tamu yang hadir.
Menu yang disiapkan termasuk bakakak ayam, sate bandeng, dan berbagai kue khas lainnya.
Panitia menyiapkan ratusan bakakak ayam sebagai hidangan spesial untuk para pedzikir.
Setelah Dzuhur, Panjang Maulid yang telah dibuat warga dikumpulkan di masjid dan diarak setelah dzikir penutup.
Warga Link Palas berharap tradisi Panjang Maulid ini tetap dilestarikan oleh generasi mendatang dan tidak hanya menjadi warisan budaya.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: rubrikbanten.com (23/08/2026)