
- Warga Link Palas merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tradisi Dzikir dan Panjang Maulid pada 23 Agustus 2026, menunjukkan antusiasme yang tinggi.
- Acara ini mengundang sekitar 350 pedzikir dari berbagai kampung dan bertujuan mempererat silaturahmi serta meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
- Perayaan juga menampilkan seni rupa miniatur dan masakan tradisional yang dibagikan setelah dzikir, menciptakan momen kebersamaan yang berharga bagi masyarakat.
Warga Link Palas, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan tradisi Dzikir dan Panjang Maulid pada tanggal 23 Agustus 2026.
Perayaan yang Meriah
Mengutip pemberitaan dari faktabanten.co.id pada 23/08/2026, Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW Link Palas, Darwin, menyatakan bahwa "Alhamdulillah masyarakat Link. Palas masih terus antusias untuk membuat Panjang Maulid setiap tahunnya untuk memperingati dan merayakan Hari Istimewa kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW."
Darwin juga menjelaskan bahwa perayaan ini bukan hanya sekedar tradisi, tetapi juga merupakan ungkapan kecintaan warga Link Palas terhadap Nabi Muhammad SAW.
Selama perayaan, warga memberikan materi, pikiran, dan waktu untuk menyelenggarakan acara ini serta mengundang ratusan pedzikir dari kampung lain.
Tradisi dan Silaturahmi
Menurut Darwin, tradisi ini juga berfungsi untuk mempererat silaturahmi antara warga Link Palas dan lingkungan sekitar yang diundang untuk berdzikir dari pagi hingga siang atau ba’da Dzuhur.
Dzikir yang dilantunkan berupa puji-pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW yang diambil dari Kitab Barjanzi dan Burdah.
Darwin menambahkan, "Bukan hanya sekedar menjaga tradisi yang diwariskan oleh leluhur kami, inilah bentuk kecintaan warga Palas kepada Baginda Nabi Muhammad SAW dengan memperingati hari kelahiran beliau dengan suka cita."
Ia juga menyatakan bahwa acara ini adalah momen untuk meneladani akhlakul karimah Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari serta berharap "semoga membawa keberkahan dari Allah SWT dan mendapatkan syafaat Baginda Nabi SAW."
Peserta dan Kreativitas
Panitia Maulid, Ustadz Sofari, menambah informasi bahwa para pedzikir yang diundang berasal dari Link Cikerut, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, dan Kampung Jelumprit, Waringin Kurung Serang.
Ia menyebutkan ada kurang lebih 350 pedzikir yang ikut serta, dan tradisi saling mengundang ini sudah dilakukan turun-temurun oleh masyarakat Cilegon dan Serang.
Ustadz Sofari juga menjelaskan bahwa panjang maulid kali ini dihadirkan dalam bentuk seni rupa miniatur seperti Masjid, Ka'bah, dan Perahu yang dihias dengan kreativitas warga.
“Telur diberi gagang dari bambu panjang dan dihias, mungkin itu awal mula disebut panjang," jelasnya.
Selain itu, warga juga menyiapkan masakan tradisional seperti bakakak ayam, sate bandeng, rabeg, kue gembleng, dan kue khas lainnya untuk dibagikan kepada kerabat.
Setelah waktu Dzuhur, panjang yang telah dibuat akan dikumpulkan di masjid, dan selesai dzikir, panjang tersebut dibagikan kepada ratusan pedzikir.
Warga berharap tradisi panjang maulid ini dapat dilestarikan hingga akhir zaman.
Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, acara ini menjadi momen berharga bagi warga Link Palas.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: faktabanten.co.id (23/08/2026)