Warga Cilegon Keluhkan Kebisingan Workshop Plat Baja Krakatau Putra Malam Ini

📌 Ringkasan Berita:
  • Warga Cilegon mengeluhkan kebisingan dan kemacetan akibat aktivitas bongkar muat plat baja di PT Krakatau Putra Pribumi yang berlangsung hingga malam.
  • Perusahaan sebelumnya berjanji untuk menghentikan aktivitasnya pada pukul 17.30 WIB, namun kini kembali beroperasi tanpa batas waktu yang jelas.
  • Masyarakat meminta pemerintah untuk mengevaluasi izin operasional perusahaan dan menanggapi keluhan yang sudah disampaikan sebelumnya.

Aktivitas bongkar plat baja di workshop PT Krakatau Putra Pribumi yang ada di Link Curug, Kelurahan Bagendung, Cilegon, ternyata bikin warga sekitar kelabakan.

Pasalnya, kegiatan ini berlangsung hingga malam dan menimbulkan kebisingan yang cukup mengganggu.

Salah satu warga yang memilih untuk tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kendaraan bertonase besar dan proses bongkar muat plat baja itu terjadi hampir setiap hari, terutama mulai sore hingga malam tanpa batas waktu yang jelas.

“Selain truk-truk besar yang keluar masuk sehingga menyebabkan kemacetan, suara bongkar muat plat baja juga sangat bising. Suaranya terdengar sampai sekitar 300 meter dari lokasi,” ujarnya pada Sabtu (1/8/2026).

Ia juga mengatakan bahwa masalah ini sudah pernah disampaikan ke Pemerintah Kelurahan Bagendung.

Waktu itu, mediasi antara warga dan perusahaan sempat dilakukan.

“Hasil mediasi waktu itu perusahaan berjanji hanya beroperasi sampai pukul 17.30 WIB. Namun, sekarang aktivitasnya kembali berlangsung hingga malam hari tanpa mengenal waktu,” kata warga tersebut.

Selain itu, warga juga mempertanyakan keberadaan perusahaan yang beroperasi di zona hijau menurut tata ruang wilayah setempat.

“Tiba-tiba berdiri perusahaan dengan aktivitas yang menurut kami mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar,” tuturnya.

Warga meminta agar pemerintah Kota Cilegon dan instansi terkait turun tangan untuk memeriksa aktivitas perusahaan ini, termasuk mengevaluasi jam operasional dan legalitas izin perusahaan agar tidak menimbulkan gangguan lebih lanjut bagi masyarakat.

Dari pihak perusahaan, salah satu pekerja bernama Dio membantah bahwa aktivitas mereka menjadi penyebab kemacetan.

“Kalau soal kendaraan besar, itu kan menggunakan jalan umum, bukan jalan pribadi perusahaan. Kemacetan yang terjadi sifatnya hanya sementara,” katanya.

Mengenai keluhan tentang kebisingan dan aktivitas yang berlangsung hingga malam hari, Dio menjelaskan bahwa lokasi ini lebih banyak digunakan untuk penyimpanan material plat baja.

“Di sini kebanyakan hanya tempat penyimpanan plat besi. Kalau ada pekerjaan pemotongan yang menimbulkan suara bising biasanya dilakukan pada siang hari, bukan malam,” ujarnya.

Saat ditanya tentang legalitas operasional perusahaan, Dio memastikan bahwa mereka sudah mengantongi perizinan.

“Perusahaan ini sudah memiliki izin. Silakan ditanyakan juga kepada pihak kelurahan,” pungkasnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pemilik perusahaan, pemerintah setempat, atau instansi terkait mengenai tindak lanjut atas keluhan warga tersebut.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: faktabanten.co.id (01/08/2026)