
- Proses seleksi calon Sekda Kota Cilegon menjadi perhatian masyarakat yang mengharapkan profesionalisme dan transparansi.
- Tiga nama calon Sekda yang diusulkan adalah Ahmad Aziz Setia Ade Putra, Dana Sujaksani, dan Hayati Nufus.
- Masyarakat ingin calon Sekda yang terpilih memiliki integritas dan mampu menjaga kondusivitas pemerintahan di Cilegon.
Proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) definitif di Kota Cilegon jadi sorotan dari tokoh masyarakat setempat.
Profesi yang Diharapkan
Menyimak pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 22/08/2026, masyarakat berharap agar tahapan seleksi berlangsung profesional, objektif, transparan, dan sesuai ketentuan.
Tiga nama yang diusulkan untuk calon Sekda Cilegon ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) adalah Ahmad Aziz Setia Ade Putra, Dana Sujaksani, dan Hayati Nufus.
Harapan Masyarakat
Tokoh masyarakat Cilegon, Husen Saidan, menegaskan bahwa masyarakat tidak punya kepentingan soal siapa yang jadi Sekda.
Dia mengatakan, yang penting adalah proses seleksi harus berdasarkan kompetensi, rekam jejak, integritas, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kami selaku masyarakat hanya berharap dari seluruh calon yang sudah memenuhi syarat sejak awal, dilakukan evaluasi, tes dan tahapan lainnya dengan betul-betul profesional. Tidak ada unsur mendorong atau rekayasa yang kemudian mendominasi kepada salah satu calon karena kepentingan tertentu,” kata Husen.
Peran Strategis Sekda
Husen mengungkapkan bahwa posisi Sekda itu strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Dia menambahkan, Sekda tidak hanya dituntut memiliki kemampuan administratif dan manajerial, tetapi juga harus jadi teladan bagi aparatur sipil negara (ASN).
“Sekda itu salah satu pemimpin ASN. Karena itu harus menjadi panutan dan mampu memberikan contoh kepada seluruh ASN,” ujarnya.
Husen juga berharap calon Sekda yang terpilih harus memiliki integritas dan tidak punya masalah yang bisa mengganggu jalannya pemerintahan.
Menurutnya, proses seleksi harus bisa menghasilkan sosok yang profesional dan membantu Wali Kota serta Wakil Wali Kota Cilegon menjalankan program pemerintahan.
“Siapa pun Sekdanya, saya tidak punya kepentingan. Yang penting tidak melanggar etik dan norma, bisa berjalan bersama, duduk bersama, sejalan dengan Wali Kota, serta tidak memiliki kepentingan politik,” katanya.
Pentingnya Kondusivitas
Dia menekankan bahwa kondusivitas pemerintahan harus jadi perhatian bersama.
Oleh karena itu, calon Sekda yang dipilih haruslah figur terbaik dari seluruh kandidat yang sudah mengikuti proses seleksi.
“Kalau memang ingin mengangkat derajat sebagai pemimpin ASN, pilih yang terbaik. Dari yang baik semuanya, pilih yang terbaik, pilih yang tidak punya persoalan yang nantinya menimbulkan gejolak,” ujarnya.
Husen menegaskan bahwa masyarakat ingin pemerintahan Kota Cilegon berjalan kondusif dan seluruh kebijakan dilaksanakan sesuai aturan.
Dia juga meminta agar proses penentuan Sekda definitif tetap mengedepankan mekanisme yang telah ditetapkan agar keputusan akhir bisa diterima masyarakat.
“Kami masyarakat menginginkan Cilegon kondusif. Tolong prosesnya tetap berdasarkan aturan. Siapa pun nanti Sekdanya, yang penting mampu menjalankan amanah tugas dan membantu Wali Kota serta Wakil Wali Kota,” pungkasnya.
Kesimpulannya, masyarakat berharap proses seleksi Sekda berlangsung dengan baik demi kemajuan dan kondusivitas pemerintahan di Cilegon.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: rubrikbanten.com (22/08/2026)