RT dan RW Cilegon Ajak Warga Aktifkan IKD dari 21-23 Agustus 2026

📌 Ringkasan Berita:
  • Kota Cilegon meluncurkan program aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dengan target 30% pada September 2026.
  • Sosialisasi dilakukan secara door to door oleh RT dan RW untuk mendorong warga yang memiliki KTP agar mengaktifkan IKD di handphone mereka.
  • Pihak Disdukcapil menekankan pentingnya koordinasi dengan Camat dan Lurah untuk mencegah penipuan serta memastikan aktivasi IKD dilakukan oleh petugas resmi.

Kota Cilegon lagi-lagi bikin gebrakan dengan program aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang ditargetkan mencapai 30 persen pada September 2026.

Door to Door untuk Aktivasi IKD

Melansir pemberitaan dari bantenraya.com pada 23/08/2026, Ketua Rukun Tetangg (RT) dan Rukun Warga (RW) diminta untuk melakukan sosialisasi door to door ke rumah warga.

Kepala Disdukcapil Kota Cilegon, Hayati Nufus, menyebut semua warga yang punya KTP harus punya IKD di handphone mereka.

Pihaknya menargetkan pada September 2026 nanti aktivasi IKD bisa mencapai 30 persen dari total 341 ribu warga yang memiliki KTP.

Target Tinggi untuk Aktivasi IKD

"Kalau dari jumlah penduduk Cilegon 488 ribu jiwa, saat ini aktivasi IKD baru sekitar 24 ribu jiwa atau 7,23 persen. Target kami September bisa 30 persen," katanya, Minggu 23 Agustus 2026.

Dengan menggandeng Camat dan Lurah, diharapkan RT dan RW bisa lebih aktif dalam menggerakkan warga untuk aktivasi IKD.

"Ditarget minimal satu hari kelurahan ada 5 warga yang aktivasi IKD. Lakukan door to door, RT RW ajak warganya ke kelurahan untuk aktivasi IKD bisa 20-50 orang dalam satu hari," harapnya.

Langkah untuk Keamanan Aktivasi IKD

Nufus juga menyatakan bahwa RT dan RW dapat membantu warganya melakukan aktivasi IKD di kelurahan maupun kecamatan setempat.

Ini semua dilakukan untuk mencegah kasus penipuan dari oknum yang mengaku sebagai petugas Disdukcapil yang meminta uang untuk urusan administrasi.

"Aktivasi layanan IKD gak bisa sembarangan, hanya bisa oleh petugas Disdukcapil yang melayani di kecamatan, kelurahan, MPP, dan kantor Disdukcapil," jelasnya.

Nufus juga meminta Camat dan Lurah untuk kompak dalam menggerakkan RT dan RW untuk sosialisasi aktivasi IKD.

Petugas Disdukcapil ada di kecamatan kelurahan, jadi sosialisasi IKD ini harus tetap terkoordinasi dengan Camat dan Lurah.

"Mohon untuk Camat dan Lurah bisa menggerakan RT RW membantu aktivasi IKD supaya pelayanan update lebih digital," tuturnya.

Dia berharap kerjasama ini bisa meningkatkan capaian aktivasi IKD di Kota Cilegon.

"Kami berharap IKD ini dapat lebih booming, jadi semua pelayanan publik digital karena di IKD terpantau jenis bantuan sosial, laporan kematian, hingga pelayanan kesehatan juga," harapnya.

Dengan semua langkah ini, Cilegon tampaknya berusaha keras untuk memastikan warganya bisa mendapatkan layanan publik yang lebih efisien lewat digitalisasi, dan menarik untuk melihat bagaimana progres ini ke depannya. Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: bantenraya.com (23/08/2026)