
- Ahmad Aziz mendapat dukungan positif dari Pengurus Daerah Muhammadiyah Cilegon sebagai kandidat Sekda definitif berkat rekam jejaknya yang baik.
- Kinerja Ahmad Aziz sebagai Plt Sekda dinilai stabil dan mampu menjaga ketenangan birokrasi di Cilegon, meskipun terbatas dalam kewenangan.
- Pentingnya Sekda definitif yang memiliki integritas dan keberanian untuk meningkatkan efektivitas ASN dan fokus anggaran pada kebutuhan masyarakat diharapkan bisa terwujud ke depan.
Rekam jejak Ahmad Aziz sebagai Pelaksana Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon mendapatkan perhatian positif dari Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat.
Kandidat Sekda Definitif
Ahmad Aziz adalah salah satu dari lima kandidat yang bersaing dalam seleksi terbuka untuk menjadi Sekda definitif Kota Cilegon.
Pengalaman panjangnya di lingkungan birokrasi Pemkot Cilegon membuatnya layak diperhitungkan dalam posisi penting ini.
Kinerja yang Stabil
Sekretaris PDM Kota Cilegon, Muhammad Tahyar, menilai bahwa selama Ahmad Aziz menjabat sebagai Plt Sekda, birokrasi di Cilegon berjalan dengan tenang tanpa banyak gejolak.
“Saya kira selama kepemimpinan Plt, Pak Aziz sebagai Sekda itu cukup bagus. Relatif birokrasi Cilegon mengalami ketenangan, tidak ada turbulensi, fluktuasi yang cukup signifikan atau tidak terlalu banyak masalah,” ujar Muhammad Tahyar saat dikonfirmasi.
Gaya Kepemimpinan
Tahyar menyebut bahwa gaya kepemimpinan Ahmad Aziz yang low profile menjadi salah satu karakter yang terlihat selama menjalankan tugasnya.
Dia juga mengaku telah mengenal Ahmad Aziz sejak lama dan pernah bekerja bersamanya ketika Ahmad masih menjabat di level yang lebih rendah.
“Model kepemimpinan Pak Aziz memang sangat low profile. Mungkin beliau menyadari karena masih Plt. Saya bersama Pak Aziz pernah bersama-sama waktu di Komisi 1 dan Komisi 2 dulu, saat beliau masih di jajaran setingkat kasubag,” katanya.
Kebutuhan Sekda Definitif
Meskipun sudah menunjukkan kinerja yang baik, Tahyar berpendapat bahwa keterbatasan kewenangan sebagai Plt Sekda tidak bisa digunakan sepenuhnya untuk menilai kapasitas Ahmad Aziz.
Justru, kata dia, Kota Cilegon membutuhkan Sekda definitif yang punya kewenangan kuat serta keberanian untuk melakukan pembenahan birokrasi.
“Keterbatasan daripada Plt tersebut menyebabkan kewenangan juga sangat terbatas. Ke depan memang harus ada pejabat Sekda yang mumpuni, punya integritas yang cukup baik, serta keberanian untuk bisa mendisiplinkan ASN-ASN yang selama ini ada di Kota Cilegon,” tegasnya.
Dampak untuk Masyarakat
Dia juga menyoroti pentingnya efektivitas kinerja aparatur sipil negara (ASN) di berbagai tingkat, dari kelurahan hingga organisasi perangkat daerah (OPD).
Mereka diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Tahyar mendorong agar kebijakan anggaran pemerintah daerah ke depan lebih diarahkan pada belanja yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.
Di antara fokusnya adalah mengurangi angka pengangguran, meningkatkan honor RT/RW, memperkuat insentif kader Posyandu, dan memberi perhatian lebih kepada guru honorer di Kota Cilegon.
“Ke depan anggaran-anggaran, siapa pun yang memimpin menjadi Sekda, APBD harus banyak difokuskan pada belanja langsung untuk masyarakat,” ujarnya.
Peran Strategis Sekda
Tahyar menjelaskan bahwa posisi Sekda sangat strategis untuk memastikan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota dapat dijalankan dengan efektif.
“Keberpihakan Sekda ini menjadi sangat penting untuk mendukung program kerja visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota agar Cilegon lebih akseleratif pembangunannya, lebih cepat,” katanya.
Dia juga mengingatkan bahwa Sekda mendatang harus memahami berbagai persoalan yang ada di Kota Cilegon, dari tingkat RT/RW hingga tata kelola kota dan industri.
Tahyar bahkan berharap agar Cilegon bisa berkembang menjadi kota yang punya daya saing global.
“Kita mendambakan Cilegon yang kecil, yang relatif penduduknya cuma 500 ribuan ini, tumbuh seperti Singapura. Kenapa? Karena kita punya pelabuhan. Ini harus dilihat sebagai informasi dan potensi yang utuh oleh Sekda,” harapnya.
Secara keseluruhan, Ahmad Aziz dinilai memiliki potensi yang menjanjikan untuk memimpin birokrasi Kota Cilegon ke arah yang lebih baik.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: rubrikbanten.com (15/08/2026)