
- Satu hektar lahan sawah di Cilegon terkena hama wereng akibat musim kemarau yang parah, yang dipicu oleh fenomena El Nino.
- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memberikan bantuan pestisida kepada petani untuk mengendalikan hama wereng dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Di Kota Cilegon, satu hektar lahan sawah terkena hama wereng akibat dampak musim kemarau yang cukup parah.
Dampak Hama Wereng di Cilegon
Melansir pemberitaan dari bantenraya.com pada 14/08/2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mencatat bahwa kemarau yang dijuluki El Nino tahun ini lebih ganas dibandingkan sebelumnya.
Ahli Muda Pengawas Mutu Hasil Pertanian pada DKPP Cilegon, Sutisna, menyatakan bahwa "musim kemarau seperti ini memang sangat berdampak, terutama bagi sektor pertanian."
Kondisi ini membuat lahan pertanian di Cilegon diserang hama wereng, yang bisa menyebabkan kerusakan cukup parah.
“Sebagian ada yang berhasil panen, dan ada juga yang terkena hama Wereng,” tuturnya.
Sutisna menambahkan bahwa hama wereng dapat menyebabkan lahan sawah menjadi mati.
Berdasarkan data DKPP, satu hektar lahan pertanian yang terkena hama wereng terletak di Kecamatan Kedaleman dan Kecamatan Cibeber.
Untuk membantu para petani yang terdampak, pihak DKPP memberikan bantuan berupa pestisida.
“Dampak El Nino itu bisa terkena hama penyakit lahan sawahnya. Kami sudah memberikan bantuan berupa pestisida ke petani untuk pengendalian hama werengnya,” jelasnya.
Sutisna menjelaskan bahwa hama wereng biasanya muncul pada musim kemarau, sedangkan jamur atau fungi lebih umum di musim hujan.
Bantuan pestisida yang diberikan berasal dari bufferstock yang dimiliki oleh DKPP Cilegon.
“Kami ada buffestocknya untuk pestisida. Sistem pengiriman pestisidanya itu tergantung permintaan pertaniannya berapa,” ungkapnya.
Selain memberikan pestisida, petani lainnya juga diminta untuk melakukan pencegahan terhadap hama wereng.
“Pestisida itu bisa untuk melindungi lahan sawah juga untuk mencegah supaya tidak kena hama wereng,” terangnya.
Ia juga menambahkan bahwa dampak musim kemarau ini berpengaruh pada penurunan produksi padi di Cilegon, dari 7 ton menjadi 6 ton.
Namun, DKPP tetap berupaya membantu para petani, salah satunya dengan menyediakan pompanisasi untuk irigasi.
“Selama memiliki alat mesin pertanian dan bisa mengairi persawahannya lewat pompanisasi, masih bisa teratasi,” tutupnya.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: bantenraya.com (14/08/2026)