Kebakaran Melanda 10 Bedeng Kontrakan di Cilegon, Diduga Korsleting Listrik

📌 Ringkasan Berita:
  • Sepuluh bedeng kontrakan permanen di Cilegon terbakar pada Sabtu dini hari, diduga akibat korsleting listrik.
  • Tiga unit mobil pemadam dikerahkan dengan 19 personel untuk memadamkan api, dan proses pemadaman selesai sekitar pukul 05.00 WIB.
  • Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun kerugian masih dalam penghitungan dan masyarakat diimbau lebih waspada terhadap potensi kebakaran.

Sebanyak 10 bedeng kontrakan permanen di Lingkungan Kranggot Jabalintang, RT 01/RW 04, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Banten, ludes terbakar pada Sabtu, (15/8/2026) dini hari.

Detail Kebakaran di Cilegon

Mengutip pemberitaan dari faktabanten.co.id pada 15/08/2026, kebakaran tersebut dilaporkan sekitar pukul 03.20 WIB, sementara api diduga mulai muncul sekitar pukul 03.15 WIB.

“Diduga asal awal api dari arus pendek atau korsleting listrik pada bangunan kontrakan paling ujung kanan,” demikian keterangan DPKP Kota Cilegon dalam laporan akhir penanggulangan kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran menerima laporan dari Radit, anak pemilik bedeng, Hendri.

Lokasi kebakaran berada di kawasan permukiman warga di Lingkungan Kranggot Jabalintang, Kelurahan Sukmajaya.

Proses Penanganan Kebakaran

Sebanyak tiga unit mobil pompa pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan penanganan.

Dua unit berasal dari Mako Damkar Cilegon dengan kapasitas masing-masing 3.000 liter dan satu unit dari Pos Citangkil dengan kapasitas 3.000 liter.

Sebanyak 19 personel terlibat dalam proses pemadaman.

Mereka terdiri atas satu Pelaksana Tugas (Plt) Kasiops Pengelolaan Kebakaran, satu komandan peleton, 14 personel pemadaman dan penyelamatan dari Mako Damkar, serta tiga personel dari Pos Citangkil.

Petugas juga mendapat dukungan dari Bhabinkamtibmas Polsek Cilegon dan warga sekitar.

“Operasi pemadaman dan penanganan selesai sekitar pukul 05.00 WIB,” terangnya.

Kondisi Pasca Kebakaran

Dalam penanganan kebakaran itu, petugas menggunakan sekitar 17.000 liter air yang bersumber dari hydrant di depan Kecamatan Jombang dan Mako Damkar.

Adapun waktu tanggap petugas dari Mako Damkar menuju lokasi kebakaran tercatat sekitar empat menit.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam proses penghitungan oleh pihak berwenang.

DPKP Kota Cilegon mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama akibat instalasi listrik dan korsleting pada bangunan permukiman.

Petugas juga mengingatkan warga agar segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda gangguan listrik atau potensi kebakaran untuk mencegah api meluas.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: faktabanten.co.id (15/08/2026)