Jaringan Muda Cilegon Ajak Masyarakat Peduli Pendidikan yang Adil dan Setara

📌 Ringkasan Berita:
  • JMI Kota Cilegon dan Dewan Pendidikan berkolaborasi untuk meluncurkan Gerakan Peduli Pendidikan demi menciptakan pendidikan yang adil dan setara.
  • Dewan Pendidikan berfungsi sebagai mitra strategis pemerintah dan mendorong peningkatan pendidikan formal dan informal, termasuk kompetensi tenaga pendidik.
  • JMI siap berperan aktif dalam gerakan ini dan berharap bisa menjadi wadah untuk menyampaikan gagasan serta mendorong pemerataan akses pendidikan di Cilegon.

Jaringan Muda Indonesia (JMI) Kota Cilegon bareng Dewan Pendidikan Kota Cilegon lagi-lagi berusaha untuk bikin Gerakan Peduli Pendidikan yang tujuannya untuk memperkuat pendidikan yang adil dan setara.

Melansir pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 15/08/2026, gagasan ini muncul di audiensi antara JMI Kota Cilegon dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cilegon dengan Dewan Pendidikan Kota Cilegon yang berlangsung di Sekretariat Dewan Pendidikan Cilegon pada tanggal 14 Agustus 2026.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Cilegon, Syaeful Bahri, menyatakan bahwa mereka terbuka untuk berbagai gagasan dan kolaborasi dari semua elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan mahasiswa yang peduli pendidikan.

“Dewan Pendidikan ini bukan hanya milik anggota Dewan Pendidikan, tetapi milik semua. Apalagi bagi mereka yang ingin berkontribusi untuk pendidikan Cilegon yang adil dan setara,” kata Syaeful.

Dia juga menekankan bahwa keterlibatan JMI, HMI, dan masyarakat lainnya sangat penting untuk membangun gerakan bersama dalam mengatasi masalah pendidikan di Cilegon.

Peran Dewan Pendidikan

Syaeful menjelaskan bahwa Dewan Pendidikan berfungsi sebagai mitra strategis pemerintah di bidang pendidikan.

Dia menegaskan bahwa keberadaan Dewan Pendidikan bukan untuk mengambil alih tugas Dinas Pendidikan atau Kementerian Agama.

“Kami tidak mungkin mengambil peran atau tupoksi Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama. Justru kami menjadi mitra strategis untuk bersama-sama memperkuat pendidikan,” ujarnya.

Selain fokus pada pendidikan formal, Dewan Pendidikan juga dorong peningkatan pendidikan informal, termasuk pengembangan kompetensi tenaga pendidik.

Upaya ini sebelumnya sudah dilakukan lewat kolaborasi dengan Forum Komunikasi Sekolah (FKS) Bungasari.

Syaeful menilai peningkatan kompetensi tenaga pendidik penting biar pendidikan informal di masyarakat bisa lebih berkualitas.

Kerjasama dengan JMI

Di sisi lain, Ketua JMI Kota Cilegon, Rahmat Hidayatullah, menyambut baik sikap terbuka Dewan Pendidikan terhadap kolaborasi dengan organisasi pemuda dan mahasiswa.

Rahmat mengungkapkan bahwa masalah pendidikan enggak bisa diselesaikan sendirian oleh satu pihak.

Diperlukan keterlibatan dari pemerintah, masyarakat, pemuda, mahasiswa, tenaga pendidik, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kami melihat ada ruang kolaborasi yang terbuka. JMI siap ikut mengambil peran dan bersinergi dengan Dewan Pendidikan untuk mendorong pendidikan Cilegon yang lebih adil dan setara,” kata Rahmat.

Dia juga menambahkan, JMI siap mendukung rencana deklarasi Gerakan Peduli Pendidikan sebagai langkah awal untuk membangun gerakan bersama demi masa depan pendidikan di Kota Cilegon.

Gerakan ini diharapkan bukan cuma berhenti di deklarasi, tapi bisa jadi ruang untuk menyampaikan gagasan, mengawal kebijakan, dan mendorong pemerataan akses pendidikan bagi semua masyarakat Cilegon.

Kesimpulan

Pendidikan di Cilegon lagi mendapat perhatian khusus dari JMI dan Dewan Pendidikan melalui Gerakan Peduli Pendidikan.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: rubrikbanten.com (15/08/2026)