Dinkes Cilegon Temukan 69 Kasus Penyakit di ASN dan Anak Sekolah

📌 Ringkasan Berita:
  • Dinkes Cilegon melaporkan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berhasil mencapai 48,69% dari target nasional.
  • Banyak penyakit terdeteksi pada anak sekolah, termasuk obesitas dan masalah kesehatan mental, yang disebabkan oleh pola makan dan tekanan tugas sekolah.
  • Program CKG juga menjangkau ASN di Pemkot Cilegon dengan deteksi penyakit seperti kolesterol dan tekanan darah tinggi, serta menyediakan konsultasi langsung dengan dokter.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon baru aja ngelaporkan kalau mereka udah lebih dari sekadar mencapai target program Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang hasilnya mencapai 48,69 persen dari target nasional yang cuma 46 persen.

Program Cek Kesehatan Gratis

Melansir pemberitaan dari bantenraya.com pada 30/08/2026, selama program CKG ini, Dinkes Cilegon nemuin banyak penyakit yang diderita oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anak sekolah.

PIC Program Cek Kesehatan Gratis di Dinkes Cilegon, Liana Istiana, bilang kalau CKG untuk anak sekolah udah nyentuh 87.792 persen.

Dari jumlah itu, cukup banyak penyakit yang terdeteksi di kalangan siswa di Kota Cilegon.

“Mayoritas anak sekolah mengindap obesitas, kolestrol, dan kesehatan mental atau biasa disebutnya mental health,” tuturnya.

Dia juga ngejelasin, obesitas di kalangan anak-anak ini biasanya disebabkan oleh konsumsi gula berlebih, seblak, junkfood, dan pola makan yang gak teratur.

Apalagi, banyak anak muda yang ngerjain tugas sambil ngopi dan makan yang manis-manis.

“Sekarang itu banyak anak muda kerjain tugas sambil ngopi hampir setiap hari, padahal itu gak baik karena kafeinnya tinggi bisa memicu obesitas,” jelasnya.

Menurut dia, sebaiknya konsumsi kopi buat anak sekolah harus dibatasin, cukup 1-2 kali dalam seminggu.

Untuk mencegah obesitas di kalangan siswa lainnya, saat pelaksanaan CKG, mereka bawa ahli gizi untuk edukasi dan konsultasi.

“Obesitas itu bisa dari faktor gen, pola makan gak teratur, banyak mengonsumsi karbohidrat. Kami membawa ahli gizi itu untuk sekalian bisa konsultasi,” ujarnya.

Gak cuma obesitas, kata dia, anak sekolah juga dilaporkan mengalami masalah kesehatan mental.

“Yang kena mental health itu akan kami ajak disukusi dulu, lalu kami koordinasi ke guru BK nya untuk diadakan sosialisasi terkait kesehatan mental,” jelas Liana.

Penyebab masalah kesehatan mental ini bisa dari lingkungan keluarga, pertemanan, atau tugas yang numpuk.

“Tugas menumpuk juga jadi faktor terjadinya kesehatan mental. Apalagi jam sekolah juga padat dari pagi bisa sore, belum kalau ada jam tambahan seperti les bisa sampai malam,” paparnya.

Pihak Dinkes juga ngelakuin CKG gak cuma buat anak sekolah, tapi juga untuk masyarakat umum dan ASN.

ASN di Lingkungan Pemkot Cilegon juga ketahuan menderita beberapa penyakit kayak kolestrol, tensi tinggi, darah tinggi, kadar gula tinggi, dan asam urat.

“Kalau anak sekolah stressnya tugas sekolah, kalau ASN tekanan kerjanya mungkin terlalu tinggi. Tapi kembali lagi bagaimana kita bisa menyikapi rasa stresnya itu,” tuturnya.

Selain itu, mereka juga bawa dokter setiap kali pemeriksaan CKG di OPD di lingkungan Pemkot Cilegon.

“Kalau kagi pemeriksaan CKG di OPD juga kami bawa dokternya supaya ASN juga bisa konsultasi langsung di lokasi,” katanya.

Liana berharap, program CKG ini bisa menjangkau semua lapisan masyarakat di Kota Cilegon secara bertahap.

“Kami berharap semua bisa ter-CKG, supaya bisa mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Cilegon lebih baik,” pungkasnya.

Jadi, gimana menurut kamu tentang temuan ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: bantenraya.com (30/08/2026)