
- BPBD Kota Cilegon telah mendistribusikan 1.166 ton air bersih ke tiga kelurahan di Kecamatan Pulomerak yang terdampak kekeringan.
- Distribusi berlangsung dari 16 Juli hingga 18 Agustus 2026, dengan Kelurahan Suralaya menerima jumlah terbesar, yaitu 627 ton.
- Kepala BPBD menyebut fenomena El Nino menyebabkan kekeringan berkepanjangan, namun saat ini hujan mulai turun di Cilegon.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Cilegon telah mendistribusikan 1.166 ton air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan di tiga kelurahan di Kecamatan Pulomerak.
Distribusi Air Bersih untuk Masyarakat
Melansir pemberitaan dari bantenraya.com pada 25/08/2026, berdasarkan data BPBD Kota Cilegon, distribusi air bersih ini berlangsung dari 16 Juli hingga 18 Agustus 2026.
Kelurahan Mekarsari menerima 487 ton air bersih yang dialokasikan untuk 488 Kepala Keluarga (KK) di lingkungan Tembulun, Gunung Batur I, dan Gunung Batur II.
Kelurahan Suralaya mendapatkan 627 ton air bersih untuk 1.137 KK yang terdampak di lingkungan Jelawe, Cisalak, Semboja, dan Kembang Kuning.
Kelurahan Tamansari juga menerima 52 ton air bersih untuk 608 KK di lingkungan Langin Indah, Sumur Jaya, dan Medaksa Sebrang.
Penyebab Kekeringan dan Kolaborasi Penanganan
Kepala Bidang Penyelematan Evakuasi Korban Bencana pada BPBD Kota Cilegon, Ana Maulana, menyebutkan bahwa fenomena El Nino diprediksi akan berlangsung hingga Januari 2027.
"Memang dari BMKG nya saat ini musim kemarau bisa sampai Januari 2027, karena fenomena El Nino. Tapi di Cilegon akhir-akhir ini sudah mulai hujan," terangnya, Selasa 25 Agustus 2026.
Tiga kelurahan di Kecamatan Pulomerak sudah mengalami krisis air sejak April sampai pertengahan Agustus 2026.
Menurutnya, tiga wilayah ini sangat bergantung pada sumber mata air untuk kebutuhan sehari-hari.
Akibat musim kemarau, sumber mata air ini mengalami kekeringan yang berdampak signifikan bagi masyarakat setempat.
"Di wilayah pegunungan Pulomerak itu memang warganya mengandalkan sumber air, jadi ketika musim kemarau seperti ini sumber mata air ikut kering," ujarnya.
Proses Distribusi Air Bersih
BPBD Kota Cilegon berkolaborasi dengan industri dan masyarakat untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.
"Kami mulai mendistribusi air itu mulai dari Juli 2026, saling berkolaborasi antar pemerintah, industri, dan warga masih berlanjut sampai sekarang," tuturnya.
Distribusi air dilakukan setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan setiap tangki berisi 8 ton air bersih untuk satu lingkungan.
"Setiap hari air dikirimkan, 1 hari itu distribusinya 8 ton untuk 1 wilayah," paparnya.
Bagi industri, warga, maupun OPD yang ingin berkontribusi dalam distribusi air bersih, mereka bisa berkoordinasi dengan BPBD Kota Cilegon.
"Kalau yang mau kirim air itu konfirmasi juga ke BPBD, Camat, dan Lurahnya, supaya nanti diberitahukan kepada warga lingkungannya," katanya.
Pemkot Cilegon juga terlibat dalam penanganan ini melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon dan Perumda Cilegon.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: bantenraya.com (25/08/2026)