
- Bawaslu Kota Cilegon dan Kwarcab Gerakan Pramuka membentuk Satuan Karya (Saka) Adhyasta Pemilu untuk melibatkan generasi muda dalam pengawasan demokrasi dari 2026 hingga 2031.
- Pelantikan ini bertujuan untuk memberikan edukasi politik lebih awal kepada pelajar, agar mereka memahami pentingnya pengawasan dalam proses demokrasi.
- Karakter disiplin dan tanggung jawab anggota Pramuka diharapkan dapat melawan praktik negatif seperti politik uang, dengan Saka yang harus menjalankan program kerja nyata dan berkelanjutan.
Bawaslu Kota Cilegon baru saja menggandeng Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka untuk membentuk Satuan Karya (Saka) Adhyasta Pemilu yang berlaku dari 2026 hingga 2031.
Langkah Strategis untuk Generasi Muda
Melansir pemberitaan dari bantenesia.co pada 15/08/2026, pelantikan ini bukan hanya seremoni, melainkan langkah strategis untuk mobilisasi generasi muda agar aktif dalam pengawasan demokrasi.
Ketua Bawaslu Kota Cilegon, Alam Arcy Azhari, menyatakan bahwa pelantikan pada 13 Agustus 2026 ini adalah komitmen untuk memperluas pengawasan partisipatif di kalangan muda.
“Dengan terbentuknya Saka Adhyasta Pemilu, ini menjadi langkah pasti untuk mengajak kawan-kawan Pramuka bersama-sama menjaga dan mengawal demokrasi di Kota Cilegon,” ujar Alam.
Bawaslu Cilegon ingin menghadirkan edukasi politik lebih awal, karena sering kali hal ini terlambat, hanya muncul saat pemilu sudah dekat.
Fokus di Sekolah-sekolah
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Cilegon, Subiah, mengatakan bahwa mereka akan langsung turun ke sekolah-sekolah di Cilegon.
Ruang kelas dianggap sebagai tempat strategis untuk membangun kesadaran politik di kalangan pelajar yang akan menjadi pemilih pemula.
“Kami ingin keberadaan Saka Adhyasta Pemilu tidak hanya sebatas struktur kepengurusan di atas kertas, tetapi benar-benar memiliki kegiatan konkret,” tegas Subiah yang juga menjabat sebagai Ketua Saka Adhyasta Pemilu Cilegon.
Dia menekankan pentingnya pemahaman bahwa demokrasi bukan sekadar mencoblos di bilik suara, tapi juga membutuhkan pengawasan untuk menjaga integritasnya.
Karakter Pramuka dan Tanggung Jawab Sosial
Subiah juga menambahkan bahwa karakter anggota Pramuka seperti disiplin dan tanggung jawab adalah modal sosial yang kuat untuk melawan praktik merusak seperti politik uang dan disinformasi.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Cilegon, Erza Erdiansyah, menyambut baik pembentukan Saka ini dan mengingatkan agar tidak terjebak dalam formalitas.
Erza menekankan bahwa organisasi kepemudaan harus memiliki pembinaan berkelanjutan dan program kerja yang berdampak langsung.
“Jangan setelah terbentuknya Saka kemudian ditinggalkan. Saka harus dibina dengan baik dan dijalankan dengan aktivitas nyata agar memberikan kontribusi riil kepada masyarakat,” tegas Erza.
Selain itu, kepengurusan Saka Adhyasta Pemilu Cilegon akan melaporkan kegiatan mereka secara berjenjang hingga tingkat nasional.
Dengan kolaborasi antara Bawaslu dan Pramuka ini, Cilegon diharapkan bisa menciptakan benteng pertahanan moral baru yang dipimpin oleh generasi muda.
Harapannya, kualitas pemilu ke depan tidak hanya diukur dari partisipasi, tetapi juga dari seberapa bersih dan berdaulatnya suara rakyat.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: bantenesia.co (15/08/2026)