
- Kebakaran melanda deretan bedeng kontrakan di Jombang, Cilegon, menghanguskan sepuluh unit pada 15 Agustus 2026.
- Api diduga berasal dari korsleting listrik dan berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam dalam waktu sekitar dua jam.
Kebakaran terjadi di Jombang, Cilegon, menimpa deretan bedeng kontrakan di Linkungan Kranggot, dan mengakibatkan sepuluh unit ludes dilalap api.
Kejadian Kebakaran
Melansir pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 15/08/2026, laporan kebakaran diterima oleh petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cilegon sekitar pukul 03.20 WIB.
Api diduga mulai muncul sekitar pukul 03.15 WIB dari salah satu bangunan kontrakan yang ada di bagian paling ujung kanan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cilegon, Drs. Agus Ubaidillah, menyatakan bahwa petugas segera meluncur setelah menerima laporan dan tiba di lokasi dalam waktu sekitar empat menit.
“Petugas langsung melakukan penanganan dan pemadaman setelah menerima laporan. Sebanyak tiga unit pompa damkar dioperasikan untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas,” kata Agus.
Proses Pemadaman
Dalam usaha memadamkan api, petugas menggunakan dua unit mobil pemadam berkapasitas 3.000 liter dari Mako Damkar Cilegon dan satu unit dari Pos Citangkil.
Total air yang digunakan dalam proses pemadaman mencapai sekitar 17.000 liter.
Sekitar 19 personel terlibat dalam penanganan kebakaran ini, termasuk satu Plt Kasiops Pengelolaan Kebakaran, satu komandan pleton, 14 anggota pemadaman dan penyelamatan dari Mako, serta tiga personel dari Pos Citangkil.
Petugas juga didukung oleh Bhabinkamtibmas Polsek Cilegon dan masyarakat sekitar.
Penyebab Kebakaran dan Imbauan
Berdasarkan laporan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh arus pendek atau korsleting listrik pada bangunan kontrakan paling ujung kanan.
Namun, penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian ini, meskipun nilai kerugian material masih dalam proses penghitungan.
Proses pemadaman dan penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 05.00 WIB.
Agus mengimbau masyarakat, terutama penghuni kontrakan dan bangunan padat, untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik.
Kondisi kabel, sambungan listrik, dan pemakaian perangkat elektronik harus diperiksa secara berkala untuk mencegah kebakaran.
“Yang paling penting masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan apabila terjadi tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujarnya.
Jadi, gimana pendapat kamu tentang kejadian ini? Yuk, share di kolom komentar!
Sumber: rubrikbanten.com (15/08/2026)