
- Pemerintah Kota Cilegon menggelar acara Talkshow Anti Narkoba untuk memberantas penyalahgunaan narkotika di kalangan pemuda.
- Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menekankan pentingnya memilih lingkungan positif dan menjauhi narkoba demi masa depan yang lebih baik.
- Acara ini juga melibatkan BNN Kota Cilegon dan bertujuan untuk memperkuat kolaborasi pemuda dalam memutus rantai peredaran narkoba.
Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen untuk memberantas penyalahgunaan narkotika di kalangan pemuda melalui acara Talkshow Anti Narkoba bertajuk “Pemuda Cilegon Bersinar (Bersih dari Narkoba)” yang diadakan di Aula Setda Kota Cilegon.
Talkshow Anti Narkoba
Menyimak pemberitaan dari bantenesia.co pada 21/07/2026, acara ini juga dirangkaikan dengan pelantikan dan penyematan Pin P4GN Jawara Anti Narkotika 2026 Cilegon dengan Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, sebagai pembicara utama.
Pentingnya Memilih Lingkungan Positif
Di depan para pemuda, Fajar menjelaskan bahwa masa depan tergantung pada pilihan kecil yang dibuat setiap hari, termasuk menjauhi barang-barang yang tidak baik.
Dampak Narkoba bagi Generasi Muda
“Kalau di Kota Cilegon kita bicara industri, kota bisa dibangun dengan uang dan perencanaan yang baik. Tetapi tidak ada karakter yang baik dibangun dengan narkoba. Tidak ada sama sekali,” tegas Fajar.
Fajar juga mengingatkan pemuda untuk memperkuat karakter dan memilih pergaulan yang positif, terutama saat melanjutkan pendidikan atau merantau.
Dia menyampaikan apresiasi kepada BNN Kota Cilegon dan mengajak semua pihak untuk memastikan edukasi tentang bahaya narkoba terus berjalan, terutama di kalangan pelajar.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BNN Kota Cilegon, Septianka Dwi Setyo Utomo, membagikan data dari survei nasional penyalahgunaan narkotika tahun 2025 yang menunjukkan angka prevalensi nasional sekitar 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa pada kelompok usia 15 hingga 64 tahun.
Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika generasi muda kehilangan kualitas dan karakter akibat narkoba.
“Perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan terhadap jaringan narkotika. Kita harus memperkuat sisi pencegahan, edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta membangun lingkungan yang mampu melindungi generasi muda,” ujar Septianka.
Ketua Pelaksana kegiatan, Ahmad Tegar Irwansyah, menambahkan bahwa diskusi interaktif ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi di kalangan pemuda dalam memutus rantai peredaran gelap narkoba.
Acara ini ditutup dengan diskusi mendalam mengenai literasi digital dan pencegahan narkotika serta pengukuhan resmi pengurus Jawara Anti Narkotika 2026 Kota Cilegon.
Secara keseluruhan, acara ini menunjukkan pentingnya peran pemuda dalam menjaga diri dari narkoba demi masa depan yang lebih baik.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: bantenesia.co (21/07/2026)