
- Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menekankan pentingnya pilihan untuk masa depan generasi muda, khususnya menjauhi narkoba.
- Dia mengingatkan bahwa narkoba adalah ancaman serius yang dapat merusak karakter dan kualitas sumber daya manusia.
- Kegiatan talkshow “Pemuda Cilegon Bersinar” diadakan untuk edukasi dan diskusi tentang pencegahan narkoba, dengan harapan generasi muda bisa berperan dalam mencapai Indonesia Emas 2045.
Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, berbagi pesan penting untuk generasi muda bahwa masa depan mereka itu ditentukan oleh pilihan, bukan keberuntungan.
Pesan Untuk Pemuda Cilegon
Salah satu keputusan terpenting adalah menjauhi narkotika dan lingkungan yang dapat merusak masa depan.
Pernyataan ini dia sampaikan saat menjadi keynote speaker di Talkshow Anti Narkoba yang bertajuk “Pemuda Cilegon Bersinar (Bersih dari Narkoba)” di Aula Setda Kota Cilegon pada 21 Juli 2026.
Narkoba dan Masa Depan
Fajar menegaskan bahwa narkoba itu bukan hanya masalah hukum, melainkan ancaman serius bagi generasi muda dan pembangunan bangsa.
Dia bilang “Kalau kita bicara narkoba, banyak orang hanya melihatnya sebagai barang haram yang memiliki konsekuensi hukum. Padahal masa depan seseorang ditentukan dari keputusan-keputusan kecil setiap hari, termasuk memilih untuk tidak menggunakan narkoba.”
Dia juga menambahkan bahwa kemajuan sebuah kota bisa dicapai melalui investasi dan perencanaan yang baik, tapi kualitas sumber daya manusia itu dibangun lewat karakter dan kebiasaan positif.
“Kalau Kota Cilegon ingin maju, industrinya bisa dibangun dengan uang dan perencanaan. Tetapi tidak ada karakter yang baik dibangun dengan narkoba. Tidak ada sama sekali,” tegasnya.
Mendorong Karakter Positif
Fajar mengajak para pemuda untuk memperkuat iman dan karakter, serta berani memilih lingkungan pergaulan yang sehat.
Dia ingatkan bahwa setiap fase kehidupan bakal ada tantangan yang perlu dihadapi dengan prinsip yang kuat.
Dia juga menekankan kepada peserta yang mau melanjutkan pendidikan ke luar daerah agar bisa menolak pengaruh negatif yang merusak masa depan.
Fajar bilang generasi muda punya peran strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, jadi dia pesan agar anak muda tidak hanya meniru penampilan, tapi juga nilai dan karakter baik yang dimiliki.
“Pilihlah untuk meniru kebaikannya, bukan hanya penampilannya,” pesannya.
Kegiatan Edukasi dan Diskusi
Dia juga mengapresiasi BNN Kota Cilegon dan Jawara Anti Narkotika yang aktif edukasi masyarakat dalam pencegahan narkoba.
Fajar berharap pemerintah kota bisa memperkuat sosialisasi pencegahan di kalangan pelajar dan pemuda.
Sementara itu, Septianka Dwi Setyo Utomo, yang merupakan Plh. Kepala BNN Kota Cilegon, menyatakan bahwa Indonesia Emas 2045 hanya bisa tercapai jika generasi mudanya terbebas dari narkoba.
Dia mengungkapkan bahwa menurut Survei Nasional Penyalahgunaan Narkotika 2025, prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai sekitar 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta orang di rentang usia 15-64 tahun.
“Perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan. Pencegahan, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda harus terus diperkuat,” ujarnya.
Ketua Pelaksana kegiatan, Ahmad Tegar Irwansyah, mengatakan bahwa Talkshow Pemuda Cilegon Bersinar ini diadakan sebagai wadah edukasi dan diskusi untuk memperkuat komitmen pemuda dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.
Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi tentang bahaya narkotika dan literasi digital, serta ditutup dengan pelantikan dan penyematan Pin P4GN Jawara Anti Narkotika 2026 untuk memperkuat peran pemuda dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kota Cilegon.
Dari semua ini, bisa kita simpulkan bahwa generasi muda memiliki banyak tantangan dalam menjaga diri dari narkoba, dan penting untuk berdiskusi tentang langkah-langkah pencegahan yang efektif.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: rubrikbanten.com (21/07/2026)