Pemkot Cilegon Gelar FGD Beasiswa, Selaraskan dengan Kebutuhan Industri

📌 Ringkasan Berita:
  • Pemkot Cilegon mengadakan FGD untuk menyelaraskan Program Beasiswa Cilegon Juare dengan kebutuhan industri dan dunia usaha.
  • Wakil Wali Kota Cilegon menekankan pentingnya link and match antara pendidikan tinggi dan industri agar lulusan siap kerja.
  • Hasil FGD diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk kebijakan dan langkah strategis dalam pelaksanaan program beasiswa ke depan.

Pemkot Cilegon baru saja ngadain Focus Group Discussion (FGD) buat Program Beasiswa Cilegon Juare Tahun 2026 di Aula Setda II Kota Cilegon.

Tujuan FGD

Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan program beasiswa dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan industri di daerah.

Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menegaskan bahwa Program Beasiswa Cilegon Juare tidak sekadar memberikan akses pendidikan tinggi, melainkan harus menghasilkan lulusan siap kerja melalui konsep link and match antara perguruan tinggi dan industri.

Pengingat Penting

“Kita memiliki Program Beasiswa Cilegon Juare, tetapi link and match-nya tidak boleh dilupakan.

Jangan sampai mereka lulus, tetapi kompetensi yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

Oleh karena itu, kita harus melakukan langkah yang tepat agar program ini benar-benar memberikan manfaat,” ujar Fajar.

Evaluasi dan Harapan

Fajar menjelaskan bahwa hasil FGD akan jadi bahan evaluasi penting bagi Pemkot Cilegon dalam menentukan jurusan serta perguruan tinggi mitra pada pelaksanaan program ke depan.

Dia juga mengimbau kepada seluruh industri di Kota Cilegon agar memberikan kesempatan setara kepada para penerima beasiswa dengan mengutamakan kompetensi, keterampilan, dan potensi, bukan sekadar latar belakang perguruan tinggi.

Kepercayaan pada Potensi Siswa

“Kalau tidak percaya kepada pemerintah tidak apa-apa, tetapi tolong percayakan kepada potensi anak-anak penerima beasiswa ini.

Berikan mereka kesempatan untuk membuktikan kemampuan yang mereka miliki,” tambahnya.

Kunci Sinergi

Menurut Fajar, komunikasi terbuka antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri adalah kunci agar lembaga pendidikan dapat menyesuaikan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi unsur pentahelix dalam membangun sumber daya manusia (SDM) secara kolaboratif.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Cilegon, Rahmatullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini mengacu pada Peraturan Wali Kota Cilegon Nomor 20 Tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Beasiswa Cilegon Juare.

Harapan dan Rekomendasi

“FGD ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi antara pemerintah dan perusahaan terkait kebutuhan tenaga kerja, sekaligus menyusun langkah strategis agar lulusan program beasiswa dapat memenuhi kebutuhan industri di Kota Cilegon,” kata Rahmatullah.

Pihaknya berharap diskusi tersebut menghasilkan rekomendasi konstruktif yang menjadi dasar penyusunan kebijakan serta rencana tindak lanjut pada pelaksanaan program beasiswa berikutnya.

Dalam berita ini, kita melihat bagaimana Pemkot Cilegon berusaha untuk memastikan bahwa program beasiswa relevan dan bermanfaat.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: bantenesia.co (21/07/2026)