Kebakaran Ilalang 3 Hektare di Cilegon, Satu Petugas Damkar Pingsan

📌 Ringkasan Berita:
  • Kebakaran lahan ilalang seluas 3 hektare terjadi di Cilegon pada 16 Juli 2026, berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
  • Proses pemadaman melibatkan 16 petugas dan 2 unit mobil pemadam, menggunakan 9.000 liter air dalam waktu 1 jam.
  • Kebakaran diduga sengaja dilakukan oleh orang tidak dikenal, dan penyebab pasti masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang.

Kebakaran lahan ilalang seluas sekitar 3 hektare terjadi di Perum Curug Asri, Cilegon, pada 16 Juli 2026 sore.

Details of the Incident

Melansir pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 17/07/2026, peristiwa ini dilaporkan terjadi setelah warga bernama Rido menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) sekitar pukul 18.15 WIB.

Api mulai muncul sekitar pukul 17.45 WIB dan proses pemadaman selesai pada pukul 19.00 WIB.

Kepala DPKP Kota Cilegon, Agus Ubaidillah, mengonfirmasi bahwa petugas dapat mengendalikan api sebelum menjalar ke permukiman warga.

“Alhamdulillah kebakaran berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil. Namun, satu anggota Damkar mengalami kelelahan hingga pingsan saat bertugas dan langsung mendapatkan penanganan,” ujarnya.

Efforts to Control the Fire

Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, satu dari Mako Damkar dan satu dari Pos Damkar Citangkil.

Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan sekitar 9.000 liter air yang diambil dari hidran untuk memadamkan api.

Sebanyak 16 personel terlibat dalam pemadaman, yang terdiri dari petugas Mako Damkar dan Pos Damkar Citangkil.

Operasi pemadaman juga melibatkan koordinasi dengan Polsek Cibeber dan Koramil Cilegon.

Possible Causes of the Fire

Berdasarkan keterangan awal dari warga sekitar, kebakaran diduga sengaja dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK).

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.

DPKP Kota Cilegon mencatat bahwa waktu tanggap petugas menuju lokasi sekitar 10 menit setelah laporan diterima.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat musim kemarau, demi mencegah kebakaran yang lebih luas dan membahayakan keselamatan warga serta petugas.

Secara keseluruhan, insiden ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di area pemukiman.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: rubrikbanten.com (17/07/2026)