
- GOW Kota Cilegon akan mengadakan acara Gebyar Bakti Wanita Nusantara pada 30 Juli 2026, sebagai kolaborasi perdana di bawah kepemimpinan Nur Kusuma Ngarasati.
- Akan ada sekitar 50 UMKM yang berpartisipasi, menampilkan produk unggulan seperti kuliner, pakaian, dan komoditas pertanian melalui Pasar Tani.
- Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan UMKM lokal kepada masyarakat, dengan penataan stan yang menarik dan fokus pada promosi serta perluasan jaringan pemasaran.
Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cilegon bakal ngadain acara seru bernama Gebyar Bakti Wanita Nusantara pada Kamis, 30 Juli 2026.
Acara Pertama GOW di Bawah Kepemimpinan Baru
Kegiatan ini merupakan agenda kolaborasi perdana GOW di bawah kepemimpinan Nur Kusuma Ngarasati dan juga jadi ajang untuk memperkenalkan serta memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Cilegon.
50 UMKM Siap Mengguncang Acara
Ada sekitar 50 UMKM yang bakal ambil bagian dan mereka akan mempersembahkan berbagai produk unggulan dari masyarakat.
Produk yang ditawarkan termasuk kuliner, ekonomi kreatif (ekraf), pakaian, hingga sepatu etnik.
Kolaborasi dengan Sektor Pertanian
Acara ini juga melibatkan sektor pertanian melalui Pasar Tani yang digelar bareng Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon.
Mereka bakal nyediain berbagai kebutuhan masyarakat seperti susu dan komoditas pangan dengan harga terjangkau.
Harapan GOW untuk UMKM Lokal
Ketua GOW Kota Cilegon, Nur Kusuma Ngarasati, berharap acara ini bisa memperluas pengenalan masyarakat terhadap produk-produk UMKM lokal.
“Harapan saya, dengan terselenggaranya kegiatan GOW ini, masyarakat menjadi lebih tahu tentang keberadaan UMKM kita. Terutama bagi ibu-ibu organisasi yang awalnya mungkin tidak tahu, sekarang jadi tahu,” ujar Raras, pada 27 Juli 2026.
Lebih dari Sekadar Promosi
Raras juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak cuma untuk promosi produk, tapi juga untuk membuka peluang bagi pelaku UMKM memperluas jaringan pemasaran.
Panitia menyiapkan konsep penataan stan yang bikin setiap UMKM dapat akses dan visibilitas yang merata bagi pengunjung.
Penataan Stan yang Menarik
Raras menjelaskan, stan UMKM bakal ditata membentuk huruf ‘U’ di kawasan alun-alun.
Rangkaian acara akan dipusatkan di tiga lokasi utama, yaitu panggung utama, area aula atau gedung, dan area awning.
“Dengan penataan bentuk ‘U’, tidak ada stan yang berada di depan atau belakang. Semuanya mengelilingi area acara dan terlihat jelas dari panggung utama,” jelasnya.
Biaya untuk Peserta UMKM
Para pelaku UMKM yang mau ikutan juga dikenakan biaya kontribusi yang cukup terjangkau, yaitu Rp100.000 untuk lapak berukuran 3x3 meter.
Kalau butuh fasilitas tenda, ada tambahan biaya sebesar Rp100.000.
Pelaku UMKM yang ikut skema sponsorship, baik kategori Gold, Silver, maupun Bronze, akan dapat fasilitas stan khusus.
Fokus pada Promosi dan Jaringan
Karena ini adalah pelaksanaan perdana, GOW Kota Cilegon belum menetapkan target nilai transaksi yang harus dicapai selama acara berlangsung.
Penyelenggara lebih fokus pada promosi, perluasan jaringan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lewat keterlibatan UMKM.
Panitia juga udah siapin strategi untuk mendorong transaksi selama acara, misalnya dengan bagi-bagi voucher belanja kepada tamu undangan dan anggota organisasi yang hadir.
“Karena ini acara perdana, kami tidak menargetkan nilai transaksi tertentu. Harapan utama saya adalah UMKM yang sebelumnya belum dikenal oleh ibu-ibu organisasi dan masyarakat luas, kini bisa makin dikenal dan merasakan manfaat keberadaannya,” ungkapnya.
Melalui acara ini, GOW berharap interaksi antara pelaku UMKM dengan masyarakat dan organisasi wanita bisa memberikan dampak positif untuk pengembangan usaha lokal.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: faktabanten.co.id (27/07/2026)