Cilegon Siapkan Youth Center dan Ruang Seni untuk Hapus Stigma "Boring" dan Bangun Ekosistem Kesenian

📌 Ringkasan Berita:
  • Pemkot Cilegon berkomitmen untuk mengubah stigma kota "boring" dengan meningkatkan dukungan terhadap pelaku seni dan komunitas kreatif.
  • Rencana pembangunan Youth Center sebagai ruang berkumpul dan berkreasi bagi anak muda dan seniman diharapkan bisa terealisasi pada tahun 2027.
  • Pentingnya pengakuan terhadap peran seniman dalam pembangunan kota ditekankan, dengan harapan kolaborasi seni dapat terus berkembang di Cilegon.

Identitas Cilegon sebagai kota industri udah terkenal banget, tapi ada stigma bahwa kota ini “boring” karena kurangnya ruang hiburan dan aktivitas seni.

Kondisi ini dipicu oleh terbatasnya ruang publik dan minimnya fasilitas pertunjukan yang ada, serta nilai religius masyarakat yang bikin acara hiburan jadi terbatas.

Akibatnya, para pelaku seni dan komunitas kreatif kesulitan untuk berkembang secara optimal.

Pemerintah Kota Cilegon kini berupaya membangun ekosistem seni yang tetap sejalan dengan budaya dan kearifan lokal yang ada.

Strategi Pemkot Cilegon untuk Mengubah Stigma

Melansir pemberitaan dari faktabanten.co.id pada 14/07/2026, Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menekankan pentingnya menunjukkan dukungan pemerintah kepada para pelaku seni.

Menurutnya, dukungan moral dan kehadiran pemerintah dalam setiap kegiatan seni itu krusial.

“Yang didorong sebenarnya, yang paling pertama, simpel ini dulu. Kemauan, bukti dukungan bahwa support moral itu ada. Kehadiran dari pemerintahan itu ada,” katanya.

Fajar juga menambahkan bahwa kehadiran kepala daerah dalam acara seni itu sebagai bentuk penghargaan terhadap karya para seniman.

“Ya mungkin ada ASN-nya enggak semuanya, enggak apa-apa. Tapi kepala daerahnya, atau perwakilan dari wakil kepala daerah setidaknya harus ada yang bisa mewakili,” ujarnya.

Dia berharap kegiatan seni dan kolaborasi kreatif di Cilegon bisa diterima dengan baik sebagai bagian dari pembangunan kota.

“Mau menganggap ini adalah bukan sebatas, enggak dipandang sebelah mata berkarya, kolaborasi seni itu,” tuturnya.

Pembangunan Youth Center untuk Generasi Muda

Sebagai langkah konkret, Pemkot Cilegon merencanakan pembangunan Youth Center yang dijadikan ruang berkumpul dan berkreasi bagi anak muda dan komunitas seni.

“Youth Center, mudah-mudahan tidak ada kendala. Amin, kayaknya Kang Wali prioritasin ini kok. Karena itu juga masuk salah satu jadi prioritas,” katanya.

Rencana ini juga bagian dari program penataan Taman Cilegon yang bakal jadi ruang publik yang lebih representatif.

“2027. Kang Wali perintahnya 2027. DED-nya sudah kalau enggak salah. Tahun ini,” ungkapnya.

Pentingnya Pengakuan untuk Seniman

Fajar menjelaskan bahwa yang dibutuhkan para seniman itu bukan hanya tempat fisik, tapi juga pengakuan atas peran mereka dalam membangun Cilegon.

“Yang penting wadahnya mereka. Mereka tidak dianggap remeh perannya, kan peran buat pendamping, peran buat mereka tuh bisa punya motivasi itu tidak hanya kita membuat wadahnya tuh, tempatnya, fasilitasnya,” katanya.

Dia juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk melibatkan pelaku seni lokal dalam berbagai kegiatan pemerintah supaya ekosistem kreatif bisa terus tumbuh.

“Tapi intinya kalau dinas juga punya dengan caranya. Contoh kalau ada kolaborasi, saya berharap juga kayak kemarin, ada agenda-agenda melibatkan dari yang lokal,” ujarnya.

Perhatian Pemkot Terhadap Ekosistem Seni

Menurut Fajar, acara Road to Pesta Semesta di Cilegon adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam menciptakan ekosistem seni di Kota Baja.

“Mudah-mudahan ini terus bisa dikonsisten, gitu loh. Kayak kemarin, baru kali ini loh Cilegon ada Road to Pesta Semesta kita bawa ke sini. Gitu ya, bahwa kita tuh serius pengen buat ekosistem juga Cilegon bukan jadi kota yang boring kok,”

Kesimpulannya, Pemkot Cilegon tampak berkomitmen untuk mengubah stigma bahwa kota ini “boring” dengan membangun ruang bagi seni dan kreativitas.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!



Sumber: faktabanten.co.id (14/07/2026)