Pemkot Cilegon Pastikan Pasokan Air Bersih Tetap Tersedia untuk Warga Kekeringan

📌 Ringkasan Berita:
  • Pemkot Cilegon terus mendistribusikan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di daerah pegunungan dan dataran rendah.
  • Wali Kota Cilegon, Robinsar, meninjau langsung distribusi air untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, terutama di wilayah Gunung Batur dan sekitarnya.
  • Pemkot juga membangun jaringan pipanisasi sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah kekeringan di masa depan.

Pemerintah Kota Cilegon lagi-lagi berupaya memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya yang terkena dampak kekeringan, terutama di daerah pegunungan.

Langkah Sementara Distribusi Air Bersih

Melansir pemberitaan dari faktabanten.co.id pada 28/07/2026, Pemkot Cilegon sudah melakukan distribusi air bersih secara terus-menerus sembari mempercepat pembangunan jaringan pipanisasi sebagai solusi jangka panjang.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, menunjukkan komitmennya dengan meninjau langsung pendistribusian air bersih di wilayah Gunung Batur pada Selasa kemarin.

Dia datang ditemani Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kota Cilegon, Noviyogi Hermawan.

Distribusi air bersih gak hanya dilakukan di Gunung Batur I dan II, tapi juga di daerah Tembulum dan Suralaya, serta akan diperluas ke Tamansari sesuai kebutuhan masyarakat.

Pastikan Ketersediaan Air Bersih

Robinsar mengungkapkan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk memastikan pasokan air bersih sampai ke tangan masyarakat, khususnya bagi warga pegunungan yang kesulitan mendapatkan air saat musim kemarau.

“Kami saat ini sedang meninjau pendistribusian air dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, khususnya di wilayah pegunungan seperti Gunung Batur I, Gunung Batur II dan Tembulum. Di wilayah dataran rendah seperti Suralaya juga harus tetap kita suplai,” ujar Robinsar.

Menurutnya, pendistribusian air bersih adalah langkah sementara yang terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkannya, dan Pemkot juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan kelompok masyarakat.

“Selama masyarakat masih membutuhkan air, kami akan terus mengupayakan pengiriman. Targetnya sampai Desember, dan apabila kebutuhan masih ada, distribusi akan terus dilakukan,” katanya.

Solusi Jangka Panjang dengan Pipanisasi

Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, Pemkot Cilegon sedang melanjutkan pembangunan jaringan pipanisasi yang mengalirkan air dari wilayah bawah ke pegunungan.

Robinsar menjelaskan bahwa solusi pipanisasi lebih optimal dibandingkan sumur bor karena kontur tanah dan bebatuan di daerah pegunungan.

“Untuk wilayah pegunungan, penggunaan sumur bor memiliki potensi kegagalan yang cukup besar karena kondisi kontur dan bebatuan. Karena itu, solusi yang paling konkret dan optimal adalah pipanisasi dari wilayah bawah, kemudian air didorong ke wilayah atas,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa pembangunan pipa induk sudah dimulai sejak tahun lalu dari wilayah Grogol dan kini sudah mencapai Cipala, dan akan dilanjutkan hingga Suralaya tahun ini.

“Pipanisasi induk dari wilayah Grogol saat ini sudah sampai Cipala. Tahun ini akan dilanjutkan sampai Suralaya. Setelah itu, akan dibangun jaringan pipa sekunder yang mengalirkan air langsung ke rumah-rumah masyarakat. Targetnya dapat diselesaikan pada tahun ini,” ungkapnya.

Robinsar berharap, pembangunan jaringan pipanisasi ini bisa jadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi masalah kekeringan, sehingga masyarakat gak kesulitan lagi untuk mendapatkan air bersih di masa depan.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: faktabanten.co.id (28/07/2026)