
Sawah Warga Gagal Panen Akibat Banjir
Sebanyak kurang lebih 10 hektar sawah milik warga di Cilegon mengalami gagal panen. Penyebab utama dari kegagalan tersebut adalah serangkaian bencana banjir yang melanda kawasan tersebut sebanyak empat kali pada awal tahun 2026, yang mengakibatkan sawah tergenang dan padi mati.
Pemkot Cilegon Siapkan Bantuan Benih
Menanggapi permasalahan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon mengusulkan bantuan benih untuk lahan seluas 10 hektar yang terdampak.
Kepala Bidang Pertanian pada DKPP Kota Cilegon, Mustofa, menyebutkan bahwa data menunjukkan adanya 10 hektar sawah milik masyarakat yang perlu diajukan untuk mendapatkan bantuan bibit.
“Terbanyak ada di Kecamatan Jombang, karena lahan tersebut terendam cukup lama hingga tidak bisa dipanen,” katanya, Minggu 29 Maret 2026.
Program Pemulihan Lahan Pertanian
Mustofa menambahkan bahwa bantuan benih tersebut merupakan bagian dari cadangan pemerintah provinsi. Realisasi bantuan akan disesuaikan dengan luas lahan yang terdampak. “Saat ini memang masih ada panen, namun dampak banjir sebelumnya cukup besar terhadap produksi,” ujarnya.
Di Kota Cilegon, terdapat total lahan pertanian seluas 1.150,76 hektar yang merupakan lahan baku sawah, dengan sekitar 186 kelompok tani yang tersebar di delapan kecamatan. “Pemkot juga terus menjaga keberlanjutan lahan pertanian melalui program LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) dengan tidak memberikan izin alih fungsi lahan untuk menjaga luas lahan baku sawah,” pungkasnya.
Sumber: bantenraya.com (29/03/2026)