Potensi Kerugian Sisa Makanan MBG yang Terbuang Ditaksir Capai Rp1,75 Triliun Per Minggu

Potensi Kerugian Makanan MBG Capai Rp1,75 Triliun per Pekan

Celios, sebuah lembaga penelitian, mengungkapkan bahwa potensi kerugian dari makanan yang terbuang akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat mencapai Rp1,75 triliun per pekan. 

Angka ini menunjukkan betapa besar masalah limbah makanan yang dihadapi saat ini, di tengah kondisi defisit APBN dan lesunya ekonomi masyarakat yang masih harus berjuang untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Reaksi Netizen di Media Sosial

Menanggapi pernyataan ini, banyak netizen yang meluapkan kekecewaannya. Akun "Bang Eddy" misalnya, menulis, "sedih dan prihatin lihatnya, di satu sisi banyak orang-orang yang masih kelaparan dan terseok-seok kerja siang malam hanya untuk sesuap nasi .... sudah fasenya dzolim ini." Ungkapan ini mencerminkan kekecewaan yang mendalam terhadap kesenjangan sosial yang terjadi.

Limbah Makanan Ditengah Defisit APBN

Kehilangan besar ini tidak hanya berdampak pada perekonomian, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan. Akun "Wasadi H" menambahkan, "Saya sangat yakin atas kerugian itu, uang dibuang jadi sampah mbg," menggambarkan rasa frustrasi terhadap pengelolaan sumber daya yang tidak efisien.

Ketidakpuasan ini semakin meluas, dengan pengguna lain seperti "Sedang" yang berkomentar, "Nggak bakal ada yg berani audit, soalnya itu program pusat antariksa 🔥." Ini menunjukkan skeptisisme terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam program tersebut.

Di sisi lain, akun "dyta" menyoroti sikap acuh tak acuh beberapa pihak, "Nyata... Tp para penikmat cuan tdk peduli yg demikian. Mrk akan berkilah...tdk terbuang Diberikan ke peternak ..💥," menandakan adanya dugaan bahwa ada kepentingan tertentu di balik program MBG ini.

Harapan Agar Pemerintah Berbenah

Potensi kerugian yang sangat besar dari limbah makanan MBG ini menimbulkan banyak kritik dari masyarakat. 

Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait dapat lebih bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya agar tidak ada lagi warga yang merasa kelaparan di tengah pemborosan yang terjadi.

Produk Sponsor