📌 Ringkasan Berita:
  • Jahidi, warga Citangkil, mengalami luka serius di kepala akibat penusukan saat membantu mantan bosnya di bengkel pada 25 September 2026.
  • Biaya pengobatan Jahidi mencapai Rp150 juta, namun keluarganya baru bisa membayar Rp80 juta, sehingga mereka berharap bantuan dari pemerintah.
  • Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini dengan mengumpulkan keterangan dari saksi dan mengamankan barang bukti, termasuk pisau yang digunakan dalam penusukan.

Nasib nahas menimpa Jahidi, seorang warga Kecamatan Citangkil, saat niatnya membantu pekerjaan mantan bos di sebuah bengkel justru berujung pada luka serius. Peristiwa yang terjadi pada 25 September 2026 itu membuatnya harus menjalani operasi setelah ditemukan dengan luka di kepala yang diduga akibat penusukan.

Menurut laporan yang dirangkum oleh rubrikbanten.com, kejadian ini menyisakan banyak tanda tanya, terutama bagi keluarga yang kini terjebak dalam beban biaya pengobatan yang mencapai sekitar Rp150 juta.

Istri Jahidi, Lena, menceritakan bahwa suaminya sempat pulang dari pekerjaannya di PT Yuliana Inti Persada (YIP) sebelum akhirnya minta izin untuk membantu mantan bosnya di bengkel. Ia pergi karena mekanik bengkel tersebut sedang tidak ada.

Dinamika Peristiwa di Lapangan

Setelah bekerja hingga tengah malam, Jahidi kelelahan dan tertidur di kursi bengkel. Namun, menjelang subuh, Lena menerima kabar mengejutkan dari seorang sopir yang memberi tahu bahwa suaminya mengalami kecelakaan.

Dengan kepanikan yang melanda, Lena merasa tidak mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai peristiwa yang menimpa Jahidi. Belakangan, terungkap bahwa Jahidi mengalami luka serius di kepala dengan sebuah pisau yang menancap di kepalanya.

Jahidi kemudian mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Krakatau Medika, namun biayanya menjadi masalah besar bagi keluarganya. Lena menyebutkan, total biaya perawatan suaminya mencapai Rp150 juta, tetapi mereka baru dapat membayar Rp80 juta.

Langkah Penanganan dan Antisipasi

"Kami berharap pemerintah bisa membantu melunasi tunggakan biaya pengobatan," ujar Lena dengan harapan. Ia juga berharap agar polisi bisa mengungkap kasus penusukan ini agar jelas apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya.

Di sisi lain, pihak bengkel yang sebelumnya menyatakan bersedia membantu biaya pengobatan hingga saat ini baru memberikan kontribusi sebesar Rp20 juta. Mencermati situasi ini, keluarga Jahidi sangat berharap pada perhatian Pemerintah Kota Cilegon.

Sementara itu, pihak kepolisian masih mendalami kasus penusukan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk istri korban. Beberapa barang bukti seperti pisau dan telepon milik Jahidi telah diamankan untuk keperluan penyelidikan.




Sumber: rubrikbanten.com (12/10/2026)