
- Kunjungan pasien anak di RSUD Kota Cilegon meningkat, dengan keluhan utama batuk, pilek, dan demam tinggi.
- Peningkatan ini diduga terkait dengan paparan abu vulkanik, meskipun masih perlu pemeriksaan lebih lanjut.
- Pihak rumah sakit mengimbau orang tua untuk waspada terhadap kesehatan anak dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Jumlah kunjungan pasien anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon, Banten, mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Keluhan batuk, pilek, dan demam tinggi menjadi masalah utama yang dialami anak-anak yang datang berobat ke Poli Anak.
Kenaikan jumlah pasien ini diduga berkaitan dengan paparan abu vulkanik, meskipun hubungan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih dalam.
Dr. Rose Morisca Baharuddin, Kepala Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Cilegon, menyebutkan bahwa kunjungan pasien anak sempat mencapai antara 50 hingga 60 orang dalam sehari.
“Iya, jadi untuk saat ini pasien Poli Anak sedang meningkat. Terutama pasien anak yang batuk, pilek, dan demam. Sepertinya karena dampak abu vulkanik,” kata Rose saat ditemui di ruang kerjanya.
Selain itu, menurut Rose, rumah sakit juga menangani anak-anak yang mengalami diare dan pasien yang menjalani kontrol penyakit lainnya.
Kenaikan kunjungan pasien ini berdampak pada kebutuhan pelayanan rawat inap yang meningkat, di mana sebagian pasien yang datang melalui Poli Anak memerlukan penanganan lebih lanjut di ruang perawatan.
“Sabtu kemarin sempat 50 sampai 60 pasien anak dalam sehari. Ada banyak dan kebetulan ruang rawat inap anak sedang meningkat karena kiriman dari poli,” ujarnya.
Saat ini, meskipun jumlah kunjungan pasien anak telah sedikit menurun, tetap saja terpantau ada sekitar 40 pasien yang datang setiap harinya.
Di tengah situasi ini, pihak RSUD Kota Cilegon mengimbau orang tua untuk lebih waspada terhadap kesehatan anak-anak mereka, terutama jika mengalami gejala seperti batuk, pilek, dan demam tinggi.
Rose melanjutkan, rumah sakit terus memberikan edukasi kepada pasien dan orang tua mengenai pentingnya penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
“Jadi, kami memang mengedukasi pasien dan orang tua pasien agar menggunakan masker. Gejalanya sama seperti flu lainnya, batuk, pilek yang disertai demam tinggi,” tuturnya.
Penggunaan masker merupakan langkah pencegahan yang diharapkan dapat mengurangi paparan partikel di udara yang mungkin berbahaya.
Orang tua juga diharapkan dapat memperhatikan kondisi kesehatan anak mereka dan segera mencari bantuan medis jika muncul gejala yang mengkhawatirkan.
Peningkatan jumlah pasien anak ini menjadi perhatian khusus, terutama terkait dugaan dampak dari abu vulkanik.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta mengikuti anjuran kesehatan, sembari menunggu kepastian mengenai faktor penyebab peningkatan keluhan pada pasien anak di Kota Cilegon.
Sumber: rubrikbanten.com (29/09/2026)