
- Pemerintah Kota Cilegon mengadakan Forum TKPKD untuk evaluasi dan kolaborasi dalam penanggulangan kemiskinan pada 31 Agustus 2026.
- Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, serta mengajak generasi muda untuk terlibat.
- Data menunjukkan tingkat kemiskinan di Cilegon menurun menjadi 3,44 persen pada 2025, namun masih banyak warga yang memerlukan bantuan lebih lanjut.
Pemerintah Kota Cilegon baru aja ngadain Forum Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) untuk tahun 2026 pada 31 Agustus 2026, dan acara ini bertujuan untuk evaluasi dan memperkuat kerjasama dalam menanggulangi kemiskinan.
Kolaborasi Berbagai Pihak
Melansir pemberitaan dari bantenesia.co pada 01/09/2026, forum ini dihadiri oleh banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi vertikal, dunia usaha, Baznas, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Visi Bersama untuk Penanggulangan Kemiskinan
Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, yang juga Ketua TKPKD, berharap agar forum ini tidak hanya jadi tempat koordinasi, tapi juga bisa jadi ruang kerja bareng buat semua unsur.
Dia menekankan pentingnya kolaborasi antar pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menghadapi masalah kemiskinan, serta menyampaikan, “Hari ini saya ingin menyatukan visi bagaimana kita sama-sama menjadikan forum ini menjadi working hub.”
Pemberdayaan Masyarakat dan Generasi Muda
Fajar juga mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan daerah, karena mereka bisa bantu pemerintah melihat kondisi masyarakat lebih dekat.
Dia bilang, “Anggaplah mereka sebagai radar, sebagai mapping kita awal terhadap apa terjadi realita di lapangan saat ini.”
Fokus pada Pemberdayaan
Dalam pembahasan penanganan kemiskinan, Fajar meminta agar pendekatan dari pemerintah tidak hanya memberi bantuan, tapi juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat.
Dia menekankan, “Jangan pernah menganggap masyarakat adalah objek bantuan. Tugas kita adalah melakukan empowerment dan sustainability. Antara bantuan dan pemberdayaan, yang harus diupayakan adalah pemberdayaan.”
Evaluasi dan Kolaborasi Rutin
Fajar berharap semua pihak terus melakukan evaluasi dan memperkuat kolaborasi supaya upaya pengentasan kemiskinan di Kota Cilegon bisa membawa dampak positif.
Sementara itu, Achmad Jubaedi, Kepala BAPPERIDA Kota Cilegon, menegaskan bahwa forum ini lebih dari sekadar agenda administratif, tapi juga jadi tempat konsolidasi untuk menyatukan langkah dalam penanggulangan kemiskinan.
Data Tingkat Kemiskinan
Dia juga menyampaikan data dari BPS yang menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Kota Cilegon pada 2025 mencapai 3,44 persen, yang menunjukkan penurunan dari 3,75 persen di tahun 2024.
Meskipun ini capaian positif, Achmad mengingatkan agar semua pihak tidak cepat merasa puas karena masih ada warga yang memerlukan bantuan lebih lanjut, dengan kata-katanya, “Ini adalah capaian positif, namun forum ini digagas dengan kesadaran bahwa kita tidak boleh lekas berpuas diri karena masih ada warga yang tergolong miskin yang menanti intervensi komprehensif dari kita.”
Secara keseluruhan, forum ini menunjukkan langkah positif untuk penanggulangan kemiskinan di Cilegon, dan bagaimana kita semua bisa berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: bantenesia.co (01/09/2026)