Ketua DPRD Cilegon Ajak Sekda Bahas BPHTB Rendah di Kota Cilegon

📌 Ringkasan Berita:
  • Ketua DPRD Cilegon, Rizki Khairul Ichwan, berharap Sekda baru, Ahmad Aziz, dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan koordinasi antara Pemerintah Kota dan DPRD.
  • Rizki menekankan pentingnya penyusunan anggaran yang ideal di tengah kondisi fiskal yang ketat untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
  • Integrasi program antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi tantangan utama bagi Sekda, agar program pembangunan dapat saling terhubung dan lebih efisien.

Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan, menarik perhatian pada beberapa tugas yang perlu diselesaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, setelah pelantikannya sebagai Sekda definitif.

Melansir pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 31/08/2026, Rizki berharap keberadaan Sekda definitif ini bisa jadi momentum untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan koordinasi antara Pemerintah Kota Cilegon dan DPRD.

Rizki menyampaikan harapannya setelah menghadiri pelantikan Ahmad Aziz yang dilaksanakan oleh Wali Kota Cilegon di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon.

“Semoga kami dari DPRD, Pak Aziz selaku Sekda sebagai Pimpinan Tinggi Pratama di Cilegon ini bisa mengakselerasi percepatan pembangunan di wilayah Kota Cilegon,” ujar Rizki.

Dia percaya bahwa status definitif ini memberi lebih banyak wewenang bagi Ahmad Aziz dalam menjalankan fungsi koordinasi pemerintahan.

Rizki berharap agar kewenangan baru itu digunakan untuk mempercepat berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik.

“Kalau kemarin mungkin Pak Sekda masih jabatannya sebagai Pj, berarti kewenangannya belum 100 persen full. Nah, kalau hari ini sudah definitif, sudah murni selaku Sekretaris Daerah Kota Cilegon, ini bisa mempercepat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Dia juga menegaskan bahwa DPRD siap menjembatani aspirasi masyarakat melalui fungsi penganggaran dan pengawasan.

Terlebih lagi, ada beberapa agenda strategis yang perlu segera didorong, mulai dari pembahasan anggaran perubahan hingga penyusunan anggaran reguler untuk tahun 2027.

“Beberapa hal memang harus kita akselerasi, berkaitan dengan reguler 2027 dan juga anggaran perubahan,” ujarnya.

Anggaran yang Ideal di Tengah Ketatnya Fiskal

Rizki juga menekankan pentingnya Ahmad Aziz untuk merumuskan kebijakan anggaran yang lebih ideal di tengah kondisi fiskal yang ketat.

Dia menjelaskan bahwa penyusunan anggaran harus disesuaikan dengan potensi daerah, kemampuan fiskal, dan prioritas pelayanan publik.

“Kita sudah maraton berkaitan dengan anggaran, mulai dari prognosis, kemudian perubahan, kemudian juga KUA reguler 2027. Tentunya harus disesuaikan dengan potensi daerah dan potensi fiskal yang hari ini memang sangat ketat,” jelasnya.

Rizki berharap kondisi fiskal yang ketat tidak menghalangi pelayanan publik dan pembangunan prioritas di Kota Cilegon.

“Ini harus bisa memformulasikan susunan anggaran itu menjadi lebih ideal. Sehingga pelayanan publik yang menjadi prioritas dan kesesuaian antara anggaran dan RPJMD juga bisa lebih baik lagi ke depannya,” sambung Rizki.

Integrasi Program OPD Jadi Fokus Utama

Selain masalah anggaran, Rizki mengungkapkan bahwa integrasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga menjadi tantangan besar bagi Sekda baru.

Dia menekankan bahwa program pembangunan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling terhubung untuk memaksimalkan anggaran dan sumber daya daerah.

“PR-nya sih cukup banyak, terutama bagaimana bisa mensinkronisasikan dan juga mengintegrasikan seluruh OPD. Kemudian programnya itu jangan masing-masing, kalau bisa saling terintegrasi,” tegasnya.

Menurut Rizki, Sekda memiliki peran penting sebagai koordinator birokrasi untuk memastikan semua perangkat daerah bekerja dalam satu arah.

“Dengan kekuatan fiskal yang hari ini ada, itu bisa dimaksimalkan dan juga direalisasikan dengan jauh lebih baik melalui kerja sama antar-OPD,” tambahnya.

Kesimpulannya, Rizki Khairul Ichwan menekankan berbagai tugas penting yang harus ditangani oleh Sekda Cilegon, mulai dari penganggaran hingga integrasi program.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: rubrikbanten.com (31/08/2026)