
- Pemerintah Kota Banjarbaru belajar dari Kota Cilegon tentang penataan kabel yang rapi dan menarik.
- Kota Cilegon berhasil menata kabel tanpa menggunakan anggaran APBD, dan semua biaya ditanggung oleh penyedia jaringan.
- Kunjungan ini diharapkan dapat menginspirasi Kota Banjarbaru untuk menerapkan strategi serupa dalam penataan utilitas kota.
Pemerintah Kota Banjarbaru melakukan kunjungan kerja ke Kota Cilegon untuk belajar tentang penataan kabel yang keren di sana.
Kunjungan yang Bertujuan
Kunjungan ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Ahmad Aziz Setia Ade Putra yang membahas berbagai strategi dan regulasi terkait penataan utilitas kabel.
Penataan Kabel yang Rapi
Menurut Aziz, penataan kabel udara adalah bagian dari upaya untuk membuat Kota Cilegon lebih tertata dan menarik.
Dia menjelaskan, “Waktu itu Pak Wali menginginkan supaya Kota Cilegon ini ditata yang lebih rapi karena Wali Kota kita membangun, misalnya di trotoar dan ruang-ruang terbuka publiknya sudah rapi, tapi kalau melihat kabel masih berseliweran, mata ini sakit atau kurang sedap dipandang mata.”
Langkah-Langkah yang Diambil
Aziz juga menambahkan bahwa Pemkot Cilegon sudah menyiapkan regulasi sebagai dasar untuk menata utilitas kota.
Dia bilang, mereka melakukan sosialisasi kepada penyedia jaringan dan membentuk forum provider supaya koordinasi lebih mudah. “Kita harus punya aturan mainnya terlebih dahulu, dasar hukumnya. Makanya kita membuat draf Peraturan Walikota terkait dengan penataan utilitas kota. Sebelum ditandatangani, kami menyosialisasikannya terlebih dahulu kepada para provider,” kata Aziz.
Koordinasi Menjadi Kunci
Keberhasilan dalam penataan kabel juga didukung oleh koordinasi lintas sektor seperti Balai Jalan Nasional dan organisasi perangkat daerah terkait.
Aziz menjelaskan, “Intinya ya harus sering-sering berkoordinasi supaya rencana kita bisa berjalan dengan lancar. Seluruh OPD terkait, baik Satpol PP, PUPR, dan sebagainya mengawal untuk kelancaran ini.”
Tanpa Menggunakan Anggaran APBD
Aziz mengungkapkan bahwa penataan kabel udara di Kota Cilegon dapat dilakukan tanpa mengandalkan anggaran APBD.
Dia mengatakan, semua pembiayaan ditanggung oleh masing-masing provider melalui koordinasi Apjatel, “Target bahwa 2026 awal Cilegon ini bebas dari kabel udara alhamdulillah sudah bisa tercapai. Jadi intinya seperti itu dan ini tidak ada biaya sepeserpun dari APBD, semuanya dibiayai oleh rekan-rekan dari provider-nya masing-masing yang dikoordinasikan oleh Apjatel.”
Belajar dari Kota Cilegon
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru, Kanafi, menyatakan ketertarikan akan pola penataan kabel yang dianggap berhasil di Cilegon.
Dia mengungkapkan, “Kami sebenarnya untuk belajar apa yang sudah Bapak, Ibu lakukan di sini yang luar biasa. Kami membaca di Cilegon ini Rp0 dari APBD, luar biasa ini. Kami ingin belajar bagaimana ini bisa diterapkan di tempat kita.”
Secara keseluruhan, kunjungan ini menunjukkan bahwa Kota Cilegon memiliki pengalaman berharga dalam penataan kabel yang bisa jadi inspirasi untuk kota lain.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: bantenraya.com (29/08/2026)